Uang Kripto Dilarang Jadi Alat Pembayaran, Bank Indonesia Bakal Terbitkan Rupiah Digital

- 15 Juni 2021, 16:40 WIB
Ilustrasi mata uang kripto yang tidak boleh dipergunakan untuk alat pembayaran di Indonesia.
Ilustrasi mata uang kripto yang tidak boleh dipergunakan untuk alat pembayaran di Indonesia. /Pixabay/Michealwuensch

PR BEKASI - Pada era digital saat ini, maraknya mata uang kripto atau cryptocurrency dapat digunakan sebagai alat pembayaran atau servis jasa keuangan.

Perry Warjiyo selaku Gubernur Bank Indonesia (BI) mengatakan bahwa BI melarang keuangan di Indonesia menggunakan uang kripto tersebut.

Hal itu karena uang kripto, menurut dia, bukanlah mata uang yang sah untuk digunakan sebagai alat transaksi di Indonesia.

Baca Juga: Bikin Video TikTok Bisa Dapat Uang Rp50 Juta dari Kemnaker? Begini Caranya

"Kami melarang seluruh lembaga keuangan apalagi yang bermitra dengan BI tidak boleh memfasilitasi atau menggunakan kripto sebagai pembayaran ataupun servis jasa keuangan," kata Perry, dikutip PikiranRakyat-Bekasi.com dari Antara pada Selasa, 15 Juni 2021.

Menurutnya hal itu bukan tanpa alasan. Mata uang kripto yang digunakan di Indonesia tidaklah sesuai dengan Undang-Undang.

Alat pembayaran tersebut tidak sesuai dengan Undang-Undang Dasar, Undang-Undang Bank Indonesia, maupun Undang-Undang Mata Uang.

Baca Juga: Ribuan Orang Tua di Belanda Tuntut TikTok Beri Uang Kompensasi, Anggap Berbahaya bagi Anak-Anak

"Itu bukan merupakan alat pembayaran yang sah sesuai dengan Undang-Undang Dasar, Undang-Undang Bank Indonesia dan juga Undang-Undang Mata Uang," lanjutnya.

Halaman:

Editor: Elfrida Chania S

Sumber: ANTARA


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

Pikiran Rakyat Media Network

X