Arkeolog Australia Ungkap Lukisan Gua Tertua di Dunia, Ternyata Ada di Indonesia

- 14 Januari 2021, 17:47 WIB
Ilustrasi lukisan gua tertua ditemukan di Indonesia. /The Guardian

PR BEKASI – Para arkeolog telah menemukan lukisan gua tertua di dunia bergambar babi hutan yang dibuat setidaknya 45.500 tahun yang lalu di Indonesia.
 
Temuan yang dijelaskan dalam jurnal Science Advances pada Rabu, 13 Januari 2021 tersebut, memberikan bukti paling awal tentang pemukiman manusia di wilayah tersebut.
 
Maxime Aubert dari Universitas Griffith Australia mengatakan lukisan tersebut ditemukan di pulau Sulawesi pada tahun 2017 oleh mahasiswa doktoral Basran Burhan, sebagai bagian dari survei yang dilakukan tim dengan pihak berwenang Indonesia.

Baca Juga: Kecewa dengan Raffi Ahmad yang Keluyuran Usai Divaksin, Gus Umar: Harusnya yang Duluan Lucinta Luna

Gua Leang Tedongnge terletak di lembah terpencil yang dikelilingi tebing kapur terjal, sekitar satu jam berjalan kaki dari jalan terdekat.
 
Gua yang terletak secara administratif di Maros, Sulawesi Selatan tersebut hanya bisa diakses saat musim kemarau karena banjir saat musim hujan.
 
Berukuran 136 x 54 cm (53 x 21 inci), lukisan babi hutan tersebut dibuat menggunakan pigmen oker merah tua dan memiliki rambut tegak pendek, serta sepasang kutil wajah seperti tanduk yang menjadi ciri khas jantan dewasa spesies tersebut.
 
Ada dua cetakan tangan di atas bagian belakang kaki babi dan tampak berhadapan dengan dua babi lain yang hanya terawetkan sebagian, sebagai bagian dari adegan naratif.

Baca Juga: Bagikan Kenangan Salat Berjamaah Bersama Syekh Ali Jaber, Deddy Corbuzier Berduka: Will be Miss you 

“Babi itu tampaknya mengamati perkelahian atau interaksi sosial antara dua babi hutan lainnya,” katanya, dikutip Pikiranrakyat-Bekasi.com dari Al Jazeera.
 
Diketahui, manusia purba di Sulawesi telah berburu babi hutan selama puluhan ribu tahun dan mereka adalah ciri utama dari karya seni prasejarah di kawasan itu, khususnya selama Zaman Es.
 
Maxime Aubert mengidentifikasi deposit kalsit yang telah terbentuk di atas lukisan itu, kemudian menggunakan isotop seri uranium untuk memastikan bahwa deposit tersebut berusia 45.500 tahun.
 
“Ini yang membuat lukisan setidaknya seusia itu, tapi bisa jadi jauh lebih tua karena penanggalan yang kami pakai hanya kurma yang ada kalsit di atasnya,” katanya.

Baca Juga: Politisi PDIP Tolak Divaksinasi Covid-19, Refly Harun: Kira-kira Ribka Mau Dipidanakan Tidak ya?

“Orang-orang yang membuatnya benar-benar modern, mereka sama seperti kita, mereka memiliki semua kemampuan dan peralatan untuk melukis yang mereka suka,” tambah dirinya.
 
Sebelumnya, lukisan gua tertua yang pernah ada ditemukan oleh tim yang sama di Pulau Sulawesi.
 
Lukisan tersebut menggambarkan sekelompok sosok setengah manusia, setengah binatang berburu mamalia dan ditemukan setidaknya berusia 43.900 tahun.
 
Lukisan gua seperti ini juga membantu mengisi celah tentang pemahaman mengenai proses migrasi manusia purba.

Baca Juga: Sejumlah Perusahaan Putuskan Hubungan dengan Donal Trump Seiring Isu Pemakzulan 

Diketahui, bahwa manusia purba telah mencapai Australia 65.000 tahun yang lalu, tetapi mereka mungkin harus menyeberangi pulau-pulau di Indonesia, yang dikenal sebagai "Wallacea".
 
Situs ini sekarang mewakili bukti tertua manusia di Wallacea tetapi diharapkan penelitian lebih lanjut akan membantu menunjukkan bahwa orang-orang berada di wilayah tersebut jauh lebih awal, yang akan memecahkan teka-teki pemukiman Australia.
 
Tim percaya bahwa karya seni itu dibuat oleh Homo sapiens, yang bertentangan dengan spesies manusia purba yang sekarang punah seperti Denisovan, tetapi tidak dapat mengatakan ini dengan pasti. 

Halaman:

Editor: M Bayu Pratama

Sumber: Al Jazeera


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

Pikiran Rakyat Media Network

X