Jerman Dihantam Banjir Bandang, Industri Asuransi Menjerit usai Rugi Rp85 Miliar

- 22 Juli 2021, 15:56 WIB
Banjir bandang di Jerman menyebabkan industri asuransi merugi hingga Rp85 miliar.
Banjir bandang di Jerman menyebabkan industri asuransi merugi hingga Rp85 miliar. /Reuters

PR BEKASI - Asosiasi Industri Asuransi (GDV) mengungkapkan dampak dari kerusakan yang disebabkan oleh banjir bandang di Jerman pada minggu lalu.

GDV menyebut, banjir bandang tersebut kemungkinan besar akan merugikan industri asuransi di Jerman hingga 5 miliar euro atau sekitar Rp85 miliar.

"Kami saat ini memperkirakan kerugian yang diasuransikan sebesar empat hingga lima miliar euro," ujar Direktur Utama GDV Joerg Asmussen yang dikutip dari MSN oleh Pikiranrakyat-Bekasi.com pada Kamis, 22 Juli 2021.

Baca Juga: Alami Rekor Curah Hujan Tertinggi Selama 1.000 Tahun, China Dilanda Banjir Parah

Pihaknya juga menyebutkan bahwa bencana banjir bandang itu salah satu bencana paling dahsyat dalam sejarah baru-baru ini.

Joerg Asmussen juga mengatakan bahwa kerusakan di negara bagian North Rhine-Westphalia dan Rhineland-Palatinate kemungkinan akan melebihi 4,65 miliar euro yang tercatat setelah banjir pada Agustus 2002.

Dan menurut asosiasi tersebut biaya sebenarnya kemungkinan akan jauh lebih tinggi karena kurang dari separuh warga Jerman di negara bagian yang terkena dampak diasuransikan terhadap hujan lebat dan banjir.

Baca Juga: China Diguyur Hujan Deras, Kereta Bawah Tanah Terendam Banjir dan Tewaskan 25 Orang di Provinsi Henan

Kanselir Jerman Angela Merkel telah berjanji pada kunjungan ke kota abad pertengahan Bad Muenstereifel yang terkena dampak parah itu pada hari Selasa bahwa Berlin akan datang untuk membantu dalam jangka pendek dan panjang.

Halaman:

Editor: Elfrida Chania S

Sumber: MSN


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

Pikiran Rakyat Media Network

X