Taliban Andalkan Dana dari China untuk Bangkitkan Ekonomi, Jubir: Mereka adalah Mitra Terpenting Kami

- 3 September 2021, 08:39 WIB
Juru Bicara Taliban Zabihullah Mujahid mengatakan Taliban akan mengandalkan dana dari China untuk bangkitkan ekonomi.
Juru Bicara Taliban Zabihullah Mujahid mengatakan Taliban akan mengandalkan dana dari China untuk bangkitkan ekonomi. /Daily Mail

PR BEKASI - Juru bicara Taliban, Zabihullah Mujahid, mengatakan kepada sebuah surat kabar Italia bahwa Taliban akan bergantung pembiayaan dari China menyusul penarikan pasukan asing dari Afghanistan dan pengambilalihan negara.

Dalam wawancaranya yang diterbitkan oleh La Repubblica pada Kamis, Zabihullah Mujahid mengatakan Taliban akan berjuang untuk kebangkitan ekonomi dengan bantuan China.

Taliban menguasai Kabul pada 15 Agustus lalu di tengah kekhawatiran ekonomi dan kelaparan yang meluas. Menyusul keberangkatan pasukan asing yang kacau dari bandara Kabul dalam beberapa pekan terakhir, negara-negara Barat sangat membatasi pembayaran bantuan mereka ke Afghanistan.

Baca Juga: Besok Taliban Bentuk Pemerintahan Baru di Afghanistan Setelah Salat Jumat

China adalah mitra terpenting kami karena China siap untuk berinvestasi dan membangun kembali negara kami,” kata Mujahid seperti dikutip dalam wawancara tersebut.

Dia mengatakan Jalur Sutra Baru, sebuah inisiatif infrastruktur yang bekerja sama dengan China, sangat dihargai oleh Taliban.

“Ada tambang tembaga yang kaya di negara ini. Berkat China dapat dioperasikan kembali dan dimodernisasi. Selain itu, China adalah akses kami ke pasar di seluruh dunia,” ujar dia.

Baca Juga: Bukan Presiden, Taliban Tunjuk Hibatullah Akhundzada Sebagai Pemegang Kekuasaan Tertinggi di Afghanistan

Dikutip Pikiranrakyat-Bekasi.com dari Al Jazeera, Jumat, 3 September 2021, Zabihullah Mujahid menegaskan perempuan akan diizinkan untuk melanjutkan studi di universitas. Dia mengatakan wanita akan dapat bekerja sebagai perawat, di kepolisian, atau sebagai asisten di kementerian. Namun, mereka mengesampingkan akan ada menteri wanita.

Halaman:

Editor: Puji Fauziah

Sumber: Al Jazeera


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

Pikiran Rakyat Media Network

X