Hoaks Kematian Abdul Ghani Baradar Tersebar, Pendiri Taliban: Tolak Semua Kebohongan Itu

- 15 September 2021, 11:18 WIB
Misteri keberadaan Abdul Ghani Baradar yang dikabarkan terbunuh dalam insiden baku tembak di Istana Kepresidenan Afghanistan.
Misteri keberadaan Abdul Ghani Baradar yang dikabarkan terbunuh dalam insiden baku tembak di Istana Kepresidenan Afghanistan. /Reuters

PR BEKASI - Belakangan ramai soal kabar kematian  pendiri Taliban, Abdul Ghani Baradar yang viral di media sosial.

Abdul Ghani Baradar, yang kini menjadi wakil perdana menteri Afghanistan akhirnya merilis sebuah pernyataan dalam bentuk rekaman audio pada hari Senin, 13 September 2021.

Ia menyampaikan bahwa dirinya masih hidup dan sehat. Abdul Ghani menyalahkan beredarnya propaganda palsu atau hoaks soal kematiannya.

Baca Juga: Misteri Keberadaan Abdul Ghani Baradar, Pemimpin Taliban yang Hilang usai Dilantik Jadi Wakil PM Afghanistan

Dilansir dari IndiaToday, Kabar kematian Abdul Ghani Baradar, yang pekan lalu disebut sebagai orang nomor dua Mullah Mohammed Hassan Akhund, tersebar melalui desas-desus kematian dalam pesan audio yang diunggah oleh Taliban.

Media sosial telah menjadi hiruk-pikuk atas spekulasi, terutama di India, ketika desas-desus beredar bahwa ia telah terluka parah dalam baku tembak antara faksi-faksi Taliban saingan di istana presiden.

"Ada berita di media tentang kematian saya. Selama beberapa malam terakhir saya bepergian. Di mana pun saya berada saat ini, kami semua baik-baik saja, semua saudara dan teman saya," kata Abdul Ghani dalam rekaman audio tersebut yang dikutip oleh Pikiranrakyat-Bekasi.com pada Rabu, 15 September 2021 dari IndiaToday.

Baca Juga: Profil dan Fakta Abdul Ghani Baradar, Pendiri Taliban yang Dirumorkan Telah Tewas

"Media selalu mempublikasikan propaganda palsu. Karena itu, dengan berani tolak semua kebohongan itu dan saya 100 persen tegaskan kepada Anda tidak ada masalah dan kami tidak punya masalah," sambungnya.

Halaman:

Editor: M Bayu Pratama

Sumber: India Today


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

Pikiran Rakyat Media Network

X