China Izinkan Bekas Masjid Uighur Diubah Jadi Hotel, Umat Muslim Serukan Boikot

- 17 September 2021, 07:04 WIB
Kelompok hak sipil Muslim AS melakukan aksi boikot terhadap jaringan hotel Hilton Worldwide setelah mereka berencana membangun hotel di bekas Masjid Muslim Uighur yang digusur oleh China di Xinjiang.
Kelompok hak sipil Muslim AS melakukan aksi boikot terhadap jaringan hotel Hilton Worldwide setelah mereka berencana membangun hotel di bekas Masjid Muslim Uighur yang digusur oleh China di Xinjiang. /REUTERS/Ben Blanchard

PR BEKASI – Sekelompok lebih dari 40 organisasi hak-hak sipil Muslim Amerika Serikat (AS) pada Kamis, 16 September 2021 mengumumkan kampanye untuk aksi boikot jaringan hotel internasional, Hilton Worldwide.

Aksi boikot tersebut dilakukan atas apa yang mereka katakan sebagai rencana perusahaan untuk membangun sebuah hotel di bekas lokasi Masjid Uighur yang digusur oleh Pemerintah China di Xinjiang.

Berbicara di depan markas Hilton di Virginia, (AS) Council on American-Islamic Relations (CAIR) mengatakan mereka telah bernegosiasi secara tidak langsung dengan jaringan hotel itu.

Baca Juga: Taliban Akui China Sebagai Sahabat Dekat, Muslim Uighur di Afghanistan Ketakutan

Diketahui, jaringan hotel milik selebriti Paris Hilton tersebut meminta mereka untuk bergabung membatalkan rencana konstruksi, tetapi pembicaraan itu tidak berhasil.

“Hari ini, kami mengumumkan kampanye boikot global terhadap Hilton,” kata direktur eksekutif CAIR, Nihad Awad, dikutip Pikiranrakyat-Bekasi.com dari Al Jazeera, Jumat, 17 September 2021.

“Anda dan saya memiliki pilihan untuk memilih ke mana harus pergi dalam perjalanan Anda atau melakukan pertemuan bisnis atau mengadakan acara, pernikahan atau perjamuan,” tambahnya.

Baca Juga: Dituduh Langgar HAM Muslim Uighur di Xinjiang, 14 Perusahaan China Masuk Daftar Hitam Ekonomi AS

Awada menambahkan bahwa proyek tersebut merupakan pelanggaran hak asasi manusia yang berkontribusi pada penghancuran budaya dan iman Muslim Uighur.

Halaman:

Editor: Elfrida Chania S


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

Pikiran Rakyat Media Network

X