Kecam Apartheid Israel di Palestina, Penulis Irlandia Tolak Novelnya Diterjemahkan ke Bahasa Ibrani

- 13 Oktober 2021, 11:15 WIB
Penulis Irlandia, Sally Rooney menolak tawaran penerbit Israel untuk menerjemahkan novel terbarunya ke Bahasa Ibrani karena menentang apartheid yang dilakukan Israel di Palestina.
Penulis Irlandia, Sally Rooney menolak tawaran penerbit Israel untuk menerjemahkan novel terbarunya ke Bahasa Ibrani karena menentang apartheid yang dilakukan Israel di Palestina. /REUTERS/Henry Nicholls

 

PR BEKASI – Penulis Irlandia, Sally Rooney telah menolak tawaran oleh perusahaan penerbitan Israel untuk menerjemahkan novel terbarunya ke dalam bahasa Ibrani karena sikapnya terhadap konflik Israel-Palestina.

Wanita berusia 31 tahun itu mengatakan keputusannya untuk menolak tawaran penerbit Modan untuk hak terjemahan novel “Beautiful World, Where Are You” ke Bahasa Ibrani diambil untuk mendukung gerakan Boikot, Divestasi dan Sanksi (BDS) yang dipimpin Palestina.

Hal tersebut dikatakan oleh Sally Rooney dalam sebuah pernyataan pada Selasa, 12 Oktober 2021.

"Untuk saat ini, saya telah memilih untuk tidak menjual hak terjemahan ini ke penerbit yang berbasis di Israel," katanya, dikutip Pikiranrakyat-Bekasi.com dari Al Jazeera, Rabu, 13 Oktober 2021.

Baca Juga: Warga Palestina di Jalur Gaza Perlahan Diracuni oleh Air yang Tercemar Limbah

Sally Rooney mengerti bahwa tidak semua orang akan setuju dengan keputusan yang dirinya buat.

“Tetapi saya merasa tidak tepat dalam situasi saat ini untuk menerima kontrak baru dengan perusahaan Israel yang tidak secara terbuka menjauhkan diri dari apartheid dan mendukung PBB terhadap hak-hak rakyat Palestina yang ditetapkan,” katanya.

Sally Rooney mengutip laporan tahun ini oleh Human Rights Watch global dan kelompok hak asasi manusia terkemuka Israel, B'Tselem, yang mengungkap apartheid oleh Israel di Palestina sebagai faktor pendorong dalam keputusannya.

Halaman:

Editor: Rinrin Rindawati

Sumber: Al Jazeera


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

Pikiran Rakyat Media Network

X