Gubernur Mekah Perintahkan Penangkapan Rapper Perempuan di Saudi

- 26 Februari 2020, 19:44 WIB
Rapper asal Arab Saudi Ayasel Slay Al Jazeera

PIKIRAN RAKYAT - Pejabat Arab Saudi telah memerintahkan penangkapan seorang rapper wanita yang muncul dalam sebuah video musik untuk lagunya Bint Mecca atau Girl from Mecca yang menyatakan bahwa itu menyinggung kebiasaan dan tradisi kota suci, Mekkah.

Dikutip dari Jazeera oleh Pikiranrakyat-bekasi.com, pada Kamis lalu, dalam video itu, seorang wanita Saudi yang disebut sebagai Ayasel Slay mengetuk tentang kesombongannya karena berasal dari Mekah, rumah paling suci dalam Islam, Ka'bah.

Video itu diunggah ke YouTube Ayasel yang telah dihapus minggu lalu, dalam video itu, Ayasel Slay menampilkannya nyanyian dengan cara ngerap di kafe dengan sekelompok anak-anak yang tersenyum sebagai penari latarnya.

Baca Juga: Dikenal sebagai Bumbu Aromatik, Cengkeh Ternyata Punya Banyak Manfaat Lainnya

"Hanya seorang gadis Mekah yang kamu butuhkan. Jangan membuatnya kesal, dia akan menyakitimu," kata Ayasel dalam nyanyiannya yang dianggap menggambarkan bagaimana seorang wanita dari Mekah melebihi semua wanita Saudi lainnya dalam keindahan dan kekuatan.

"Dengan dia, kamu bisa menyelesaikan Sunnah (menikah red). Hidupmu dengannya akan menjadi surga," dalam lirik lagu tersebut.

Otoritas regional Mekah mengatakan dalam sebuah Tweet bahwa Gubernur telah mengeluarkan perintah agar Ayasel dan tim produksi video dituntut.

Baca Juga: Depresi Tak Hanya Menyerang Emosional, Simak Beberapa Gelaja pada Fisik

"Pangeran Khalid bin Faisal dari Mekah telah memerintahkan penangkapan orang-orang yang bertanggung jawab atas lagu rap Bint Mekah, yang menyinggung adat dan tradisi masyarakat Mekah dan bertentangan dengan identitas dan tradisi penduduknya yang terhormat," tulis tweet itu.

Lagu ini telah memunculkan reaksi keras dari media sosial, dengan nada rasial yang digunakan dalam tagar You_Are_Not_Mecca's_Girls yabf ditunjukkan pada asal Afrika Ayasel.

Halaman:

Editor: Billy Mulya Putra

Artikel Terkait

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

Pikiran Rakyat Media Network

X