Sejumlah Buruh Terpaksa Berjalan Kaki Sejauh Jakarta-Merak saat Lockdown di India

- 25 Maret 2020, 21:21 WIB
KELOMPOK pekerja itu berjalan dengan susah payah, membawa tas, pakaian, air, dan beberapa makanan ringan.*

PIKIRAN RAKYAT - Matahari sore bersinar di ibu kota Uttar Pradesh, Lucknow. Polisi kota telah memberlakukan kuncian yang ketat atau lockdown dan hanya layanan penting yang diizinkan.

Polisi membuat pengumuman sepanjang malam setelah Perdana Menteri Narendra Modi malam lalu memerintahkan warga untuk tinggal di rumah selama 21 hari, dalam pidato khusus yang disiarkan televisi kepada negara.

Namun keadaan yang sangat memikat dan mengkhawatirkan telah memaksa Awadhesh Kumar yang berusia 20 tahun untuk meninggalkan kehati-hatian, risiko kemarahan polisi dan berada di jalanan.

Awadhesh mulai berjalan dari pabriknya di Unnao ke desanya di Barabanki, 80 kilometer jauhnya, pada Selasa malam.

Baca Juga: Cek Fakta: Beredar Kabar Mandi dengan Air Panas Bisa Bunuh Virus Corona, Simak Faktanya 

loading...

Dia akan mencapai hanya pada Kamis pagi, hanya jika dia tidak dihentikan oleh polisi saat dia memotong perbatasan negara yang disegel.

Dikutip Pikiranrakyat-bekasi.com dari situs NDTV pada Rabu, 25 Maret 2020, disebutkan bahwa perjalanan pemuda itu memakan waktu selama hampir 36 jam dan hampir tanpa henti, dengan sedikit istirahat. Waktu tersebut untuk menempuh perjalanan sejauh 80 km seperti jauhnya Jakarta ke Merak, Banten.

Menemani Awadhesh adalah setidaknya 20 pria lain, tua dan muda, semua pekerja di pabrik yang sama.

"Saya tidak ingin melakukan ini, tetapi saya tidak punya pilihan," kata Awadhesh, bertanya tentang permohonan PM Modi kepada buruh migran untuk tetap tinggal daripada pulang, dengan jaminan bahwa negara akan mengurus kebutuhan mereka.

Halaman:

Editor: M Bayu Pratama

Sumber: NDTV

Artikel Terkait

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

Pikiran Rakyat Media Network

X