Polisi Tembak Mati Pria 63 Tahun di Filipina Karena Tak Patuhi Penerapan Social Distance

- 7 April 2020, 06:27 WIB
Penembakan/XICONTUBE

PIKIRAN RAKYATFilipina mengonfirmasi kasus pertama kematian warga sipil yang ditembak mati karena melanggar penerapan kebijakan social distance di negaranya.

Seorang pria berusia 63 tahun ditembak mati setelah mengancam dan berusaha menyerang para petugas dan polisi yang tengah berjaga di posko pemeriksaan virus corona di Kota Nasipit, Provinsi Agusan del Norte.

Dikutip oleh pikiranrakyat-bekasi.com dari Aljazeera menurut keterangan polisi setempat, pria tersebut mengancam para petugas dan beberapa anggota kepolisian yang tengah berjaga dengan mengacungkan celurit.

Baca Juga: Sisi Lain Virus Corona, 100 Bayi Penyu Menetas dan Kembali ke Laut Tanpa Gangguan Manusia

“Awalnya tersangka itu sudah diperingatkan oleh para petugas yang berjaga karena tidak mengenakan masker. Tapi dia malah mengamuk dan melontarkan kata-kata kasar dan menyerang mereka dengan menggunakan celurit yang dibawanya,” tutur seorang polisi yang bertugas di Nasipit sebagaimana dikutip Pikiranrakyat-bekasi.com dari Aljazeera.

Para anggota kepolisian berusaha menenangkan namun hasilnya nihil pria tersebut malah semakin menjadi-jadi dan hampir melukai petugas.

Akhirnya salah seorang polisi menembaknya hingga tewas.

Baca Juga: Pasien ke-46 Malaysia Berhasil Sembuh, Kini Donorkan Plasma Darahnya bagi Pasien Lain

Sementara itu beberapa waktu lalu Presiden Filipina Rodrigo Duterte telah menginstruksikan kepada seluruh anggota kepolisian dan militer untuk menembak orang yang melanggar aturan dan membuat masalah terkait kebijakan social distancing di Filipina.

“Seluruh masyarakat harus menaati aturan yang telah ditetapkan pemerintah. Jangan sekali-kali mencoba membahayakan para tenaga medis dan merupakan kejahatan yang akan ditindak tegas. Saya telah menginstruksikan kepada pihak kepolisian dan anggota militer untuk menembak mati siapapun yang membuat masalah terkait kebijakan pemerintah dalam menekan penyebaran virus corona di negara ini” tutur Rodrigo Duterte.

Halaman:

Editor: Billy Mulya Putra

Sumber: Aljazeera


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

Pikiran Rakyat Media Network

X