Parlemen Tiongkok Setujui Proposal Pemberlakuan UU Keamanan Nasional Hong Kong yang Baru

- 28 Mei 2020, 22:10 WIB
BENDERA Tiongok berkibar di depan Aula Besar Rakyat ketika sesi ketiga Kongres Rakyat Nasional (NPC) ke-13 dibuka pada 22 Mei 2020, di Beijing, Tiongkok.*

PIKIRAN RAKYAT - Parlemen Tiongkok, Kongres Rakyat Nasional (NPC), pada Kamis, 28 Mei 2020 telah menyetujui proposal untuk memberlakukan undang-undang keamanan nasional baru untuk Hong Kong.

NPC memilih 2.878 berbanding 1 untuk RUU tersebut, yang akan membuka jalan bagi Komite yang bersangkutan untuk melanjutkan tugas mengerjakan rincian perundangan yang akan diimplementasikan di Hong Kong.

Dikutip Pikiranrakyat-Bekasi.com dari CNBC International, Perdana Menteri Li Keqiang mengatakan setelah pemungutan suara bahwa keputusan untuk menerapkan undang-undang itu dirancang untuk implementasi yang stabil dari satu negara dua sistem dan kemakmuran dan stabilitas jangka panjang Hong Kong.

Baca Juga: Mahfud MD Bandingkan Kematian Covid-19 dan Kecelakaan, DPR: Kenapa Tidak Sekalian dengan PD II? 

Hong Kong adalah wilayah administrasi khusus Tiongkok yang diperintah berdasarkan prinsip "satu negara, dua sistem", yang memungkinkan kota itu memiliki beberapa kebebasan yang tidak dimiliki oleh orang-orang di daratan.

Hal itu termasuk kekuatan pemerintahan sendiri, hak pemilihan terbatas, dan kerangka hukum, serta ekonomi yang terpisah dari Tiongkok daratan.

Menjelang keputusan itu, sejumlah aksi protes kembali terjadi di Hong Kong. Kerumunan besar di wilayah Tiongkok mulai terjadi setelah undang-undang itu pertama kali diusulkan pada Jumat 22 Mei 2020, saat awal pertemuan parlemen tahunan.

Keputusan ini tentu mendapatkan kritikan dari Amerika Serikat (AS), mengatakan langkah Beijing akan merusak kebebasan dan otonomi Hong Kong.

Baca Juga: Korea Selatah Kembali Dihantam Lonjakan Kasus Baru Covid-19, Tertinggi Sejak 5 April 2020 

Halaman:

Editor: M Bayu Pratama

Sumber: CNBC


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

Pikiran Rakyat Media Network

X