Terus Memanas, Aksi Protes Kematian George Floyd Dikhawatirkan Jadi Transmisi Baru Pandemi Covid-19

- 4 Juni 2020, 09:00 WIB
Update virus corona di dunia pada Kamis 4 Juni 2020 mencatat 109.098 kasus kematian di Amerika Serikat saat rusuh demonstrasi George Floyd. AFP/Jose Luis MAGANA

PR BEKASI - Para ahli penyakit menular dan dokter merasa khawatir saat orang-orang di hampir seluruh Amerika Serikat (AS) melakukan aksi protes terkait kematian George Floyd oleh oknum polisi Minneapolis, itu akan memicu terjadinya banyaknya infeksi Virus Corona COVID-19 baru dan membuat gelombang kedua pada musim gugur jauh lebih buruk.

Aksi protes pecah di tempat-tempat dimana virus masih beredar luas di populasi. Faktanya, sebuah ulasan Associated Press menemukan bahwa demonstrasi telah terjadi di setiap satu dari 25 komunitas AS dengan konsentrasi tertinggi kasus baru.

Beberapa telah melihat protes besar selama beberapa hari, termasuk Minneapolis-St. Paul, Chicago, Washington, DC, dan Los Angeles.

Baca Juga: DPRD Pertanyakan Penggunaan Anggaran Penanganan COVID-19 Di Surabaya

Dikutip oleh pikiranrakyat-bekasi.com dari The Times of Israel Rabu 3 Juni 2020 Gubernur New York Andrew Cuomo mengeluhkan kerumunan orang, dengan mengatakan bahwa ratusan orang berpotensi terinfeksi Virus Corona, yang bisa menyebabkan berbulan-bulan jarak sosial di Amerika Serikat.

Wabah baru Virus Corona di tempat-tempat dimana pengunjuk rasa berkumpul dapat menyebabkan bangkitnya kembali COVID-19.

"Sebagai sebuah bangsa, kita harus khawatir tentang rebound," tutur Walikota Washington Muriel Bowser memperingatkan Minggu setelah beberapa hari protes mengguncang ibukota negara.

Baca Juga: Pendidikan Jadi Sektor Terakhir, Simak 5 Tahap New Normal di Zona Biru Jawa Barat

Beberapa kota besar menjadi kekhawatiran dengan banyaknya kasus dan menunjukkan tingkat tertinggi kasus baru per kapita selama 14 hari terakhir.

“Kerusuhan telah bertepatan dengan hari-hari terburuk pandemi sejauh ini di wilayah metropolitan,” kata Michael T Osterholm, Direktur Pusat Penelitian dan Kebijakan Penyakit Menular di Universitas Minnesota.

Halaman:

Editor: Billy Mulya Putra


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

Pikiran Rakyat Media Network

X