Soal Demonstrasi Hong Kong, Tiongkok Peringatkan Australia Agar Tidak 'Tempuh Jalan yang Salah'

- 5 Juli 2020, 11:04 WIB
Bendera Tiongkok. /Pixabay/PublicDomainPictures/

PR BEKASI - Tiongkok telah memperingatkan Australia agar tidak mengikuti jejak Inggris dalam menawarkan visa tempat berlindung yang aman bagi penduduk Hong Kong.

Dikutip oleh Pikiranrakyat-bekasi.com dari Sydney Morning Herald Minggu, 5 Juli 2020 Kementerian Luar Negeri Tiongkok mengatakan kepada Australia untuk tidak 'melangkah lebih jauh ke jalan yang salah' setelah undang-undang keamanan nasional yang baru diberlakukan di bekas wilayah jajahan Inggris tersebut.

"Kami mendesak Australia untuk memperlakukan hukum keamanan nasional Hong Kong secara objektif dan segera berhenti ikut campur dalam urusan dalam negeri Tiongkok melalui apa yang disebut masalah Hong Kong," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Zhao Lijian.

Baca Juga: Rapper Kanye West Berniat Calonkan Diri Jadi Presiden Amerika Serikat

Australia dituding bergabung dengan Inggris sebagai yang kedua dari mitra Five-Eyes, termasuk Amerika Serikat, Kanada, dan Selandia Baru, untuk menawarkan visa tempat berlindung yang aman kepada penduduk Hong Kong yang ingin meninggalkan wilayah semi-otonom yang telah diguncang oleh 15 bulan protes pro-demokrasi.

Undang-undang baru pemerintah Tiongkok menargetkan para pemrotes Hong Kong yang dianggap subversif, kasus terorisme, dan kolusi dengan pasukan asing akan dihukum penjara seumur hidup.

loading...

Aktivis demokrasi terkemuka Hong Kong, Nathan Law telah melarikan diri dari kota negara itu, ia mengungkapkan di halaman Facebook-nya setelah memberikan kesaksian pada sidang Kongres AS tentang undang-undang keamanan nasional yang baru tersebut.

Baca Juga: Duka Pemakaman Massal Digelar Bagi Korban Tanah Longsor Tambang Batu Giok

Dalam sebuah unggahan pada Kamis, 2 Juli 2020 dia mengatakan bahwa ia telah memutuskan untuk mengadvokasi Hong Kong secara internasional dan telah meninggalkan kota.

Sementara itu, Departemen Luar Negeri Tiongkok telah memperingatkan lebih dari 100.000 warga Australia yang tinggal di Hong Kong bisa dikenai hukuman.

Halaman:

Editor: Billy Mulya Putra

Sumber: Sydney Morning Herald


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

Pikiran Rakyat Media Network

X