Kecil Harapan 2000 Lebih Korban Tertimbun Longsor di Papua Nugini Tak Terselamatkan

- 27 Mei 2024, 21:20 WIB
Sebanyak 2.000 orang dikhawatirkan terkubur hidup-hidup akibat tanah longsor besar yang melanda wilayah pegunungan Enga, Papua Nugini.
Sebanyak 2.000 orang dikhawatirkan terkubur hidup-hidup akibat tanah longsor besar yang melanda wilayah pegunungan Enga, Papua Nugini. /Foto/Reuters

PATRIOT BEKASI - Pemerintah Papua Nugini melalui tim pencarian dan penyelamatan menyebut, lebih dari 2000 orang terkubur hidup-hidup alam bencana longsor pada Jumat, 24 Mei 2024.

Keterangan itu disampaikan pejabat direktur Pusat Bencana Nasional di negara kepulauan Pasifik Selatan Luseta Laso Mana dalam suratnya untuk PBB pada Minggu, 26 Mei 2024.

"Mengubur lebih dari 2.000 orang hidup-hidup” dan menyebabkan “kehancuran besar di desa Yambali di provinsi Enga," demikian bunyi surat tersebut.

Pencarian korban longsor terkendala akibat hujan yang terus-menerus turun.

Selain itu, kondisi tanah yang tidak stabil yang membuat petugas penyelamat sangat sulit untuk mencari korban yang selamat di dalam lumpur.

Baca Juga: Aksi Curanmor, Pasien Klinik di Cikarang Kehilangan Motor

Diberitakan sebelumnya, bencana tanah longsor terjadi di desa Yambali di utara, Papua Nugini pada Jumat, 24 Mei 2024 sekira pukul 3.00 pagi waktu setempat.

Para korban kebanyakan warga yang sedang tertidur hingga tertimbun tanah cukup tinggi.

Serhan Aktoprak, kepala misi badan migrasi PBB di Papua Nugini, mengatakan harapan untuk menemukan korban yang selamat terkubur udah karena Waktu kejadian dah melebih tiga hari setelah tanah longsor.

Halaman:

Editor: M Hafni Ali


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah