Bus Primajasa Rugi Hingga Rp 45 Miliar Per Bulan, CEO: Allah Sedang Menginstal Ulang Kehidupan Kita

- 3 Juni 2020, 17:33 WIB
SEJUMLAH bus terparkir dan tidak beroperasi di pul bus Primajasa Ciputat Tangerang Banten. * Aris MF

PR BEKASI - Bidang transportasi, khususnya usaha angkutan penumpang, menjadi salah satu usaha yang paling terdampak dari mewabahnya COVID-19 yang muncul sejak awal bulan lalu.

Pasalnya, sejak ditetapkannya virus corona sebagai bencana nonalam, angkutan bus mulai tidak dioperasionalkan untuk mengurangi risiko penularan.

CEO Primajasa, H. Amir Mahpud pun mengungkit soal relaksasi operasional transportasi massal dari pemerintah.

Baca Juga: Luhut Pandjaitan Klaim Kasus COVID-19 di Indonesia Terus Menurun, New Normal Bisa Segera Diterapkan 

Dilansir dari Galamedia oleh Pikiranrakyat-Bekasi.com, ia menyatakan pihaknya tidak akan mengoperasionalkan bus karena lebih mengutamakan keselamatan masyarakat dan kru. Padahal di sisi lain, Amir menyebut pihaknya merugi hingga Rp 45 miliar per bulan.

"Sejak ada pelonggaran pun tidak mau memaksakan beroperasi. Yang perlu diselamatkan itu SDM, kru, dan masyarakat pemakai jasa angkutan,” tutur Amir pada Rabu, Juni 2020.

Saat ini, Primajasa memiliki kurang lebih seribu unit bus yang beroperasi di tiga provinsi yakni Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Banten.

"Meski harus kehilangan pendapatan yang besar, kami yakin Allah dalam hal ini sedang menginstal ulang kehidupan kita. Mana yang bisa bertahan dalam masa sulit ini," katanya.

Baca Juga: Bulan Ini Kebun Binatang Bandung Berencana Kembali Terima Pengunjung 

Halaman:

Editor: M Bayu Pratama

Sumber: Galamedia


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

Pikiran Rakyat Media Network

X