Bertemu dengan Sri Mulyani, Jokowi Curhat Soal Dokter yang Gemetar Saat Menyuntikkan Vaksin Sinovac

- 13 Januari 2021, 19:58 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani (kiri) Bersama Presiden Joko Widodo (kanan) Berbicara Pembentukan Lembaga Pengelola Investasi (LPI). /Tangkapan Layar Instagram Sri Mulyani

PR BEKASI- Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati bertemu Presiden Joko Widodo dan Menteri BUMN Erick Thohir untuk membahas perkembangan pembentukan Sovereign Wealth Fund (SWF) atau Lembaga Pengelola Investasi (LPI) usai menjalani vaksinasi Covid-19.

Hal itu diungkapkan Sri Mulyani melalui unggahan fotonya bersama Presiden Joko Widodo dalam akun instagram pribadinya @smindrawati di Jakarta, Rabu, 13 Januari 2021.

Sri Mulyani mengatakan, Presiden Jokowi setelah divaksin langsung bekerja membahas perkembangan pembentukan LPI.

“Presiden Jokowi setelah divaksin tetap bekerja langsung menerima saya dan Menteri BUMN Erick Thohir melaporkan mengenai perkembangan pembentukan Sovereign Wealth Fund Lembaga Pengelola Investasi (LPI) atau Indonesia Investment Authority (INA),” ucapnya.

Baca Juga: Soal Arie Kriting yang Nikahi Indah Permatasari, Hanung Bramantyo: Orang Tua Juga Bisa Durhaka Keles

Meski demikian, Sri Mulyani tidak menjelaskan hasil dari pertemuan antara dirinya dengan Presiden Joko Widodo dan Menteri Erick Thohir mengenai perkembangan pembentukan LPI.

Pada pertemuan tersebut, Sri Mulyani justru menyatakan bahwa Presiden Joko Widodo sempat bercerita mengenai pengalamannya saat menerima suntikan berisi vaksin Sinovac.

“Di teras Istana Merdeka Presiden menceritakan proses vaksinasi Covid-19 yang Alhamdulillah lancar ‘sama seperti suntik vaksin masa kecil’ kata beliau,” ujar Sri Mulyani melalui unggahannya.

Tak hanya itu, Presiden Joko Widodo juga tidak lupa untuk bercerita kepada Sri Mulyani mengenai dokter kepresidenan yang sempat gemetar saat menyuntikkan vaksin Sinovac ke tubuhnya.

Halaman:

Editor: Puji Fauziah

Sumber: Instagram


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

Pikiran Rakyat Media Network

X