Petugas Forensik Pria Didemo karena Mandikan Jenazah Wanita Pasien Covid, Ferdinand: Apa-apa Serba Haram

- 23 Februari 2021, 16:08 WIB
Mantan politisi Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean yang mengomentari demo yang terjadi di Pematang Siantar, Sumatera Utara. /Kolase foto Instagram @ferdinand_hutahaean dan Twitter @SahabatSaber

PR BEKASI - Mantan politisi Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean menanggapi demo yang terjadi di Pematang Siantar, Sumatera Utara yang meminta empat petugas forensik pria dikenakan pasal penistaan agama karena telah memandikan jenazah perempuan pasien Covid-19.

Ferdinand Hutahaean mengaku bingung mengapa di era teknologi seperti pada saat ini, banyak sekali hal yang diharamkan.

"Apa-apa serba haram dan jauh dari kemajuan teknologi? Padahal kenikmatan hidup sekarang adalah karena teknologi hasil akal pikiran yang diberikan Allah kepada manusia," cuit Ferdinand Hutahaean sebagaimana dikutip Pikiranrakyat-Bekasi.com dari akun Twitter pribadinya @FerdinandHaean3 pada Selasa, 22 Februari 2021.

Cuitan Ferdinand Hutahaean
Cuitan Ferdinand Hutahaean

Ferdinand Hutahaean juga mengaku kecewa dan menyebut, niat baik empat petugas forensik pria tersebut yang mempertaruhkan nyawa untuk memandikan jenazah pasien Covid-19 justru malah mendapat kecaman dan ancaman.

Baca Juga: Dukungan untuk GAR ITB Terus Mengalir, Said Didu: Baru Kali ini Muncul Kelompok Buzzer Atasnamakan Alumni

Baca Juga: Kalahkan Elektabilitas Habib Rizieq dan Mahfud MD, UAS Masuk Bursa Capres 2024

"Kebaikan berbuah buruk, padahal mereka berada dalam risiko mengurus pasien Covid-19," ucapnya.

Padahal, ungkapnya, empat petugas forensik pria tersebut telah mengikuti aturan-aturan yang tertera dalam UU yang mengatur dunia kesehatan di Indonesia.

Halaman:

Editor: Puji Fauziah

Sumber: Twitter


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

Pikiran Rakyat Media Network

X