Ajak Gerakan Tolak Presidential Threshold, Refly Harun: Selamatkan dari Demokrasi Kriminal

- 14 September 2021, 19:37 WIB
Refly Harun mengajak untuk bersama-sama membuat gerakan menolak Presidential Threshold.
Refly Harun mengajak untuk bersama-sama membuat gerakan menolak Presidential Threshold. /ANTARA/Wahyu Putro A

PR BEKASI - Pakar hukum tata negara Refly Harun menegaskan kalau dia menolak Presidential Threshold.

Sebab itu, dalam penolakan kerasnya pada Presidential Threshold, Refly Harun mengajak diadakan gerakan tersebut.

"Saya mau mengajak gerakan tolak Presidential Threshold," kata Refly Harun.

Baca Juga: Bamsoet Khawatir Gedung MPR Bisa Dibakar Jika Pemilu Ditunda, Refly Harun: Tidak Ada Alasan untuk Menunda

Dia mengimbau untuk menjadikan Presiden Threshold tersebut 0 persen atau ditiadakan saja.

Pasalnya, dia mengungkapkan, adanya Presidential Threshold hanya membuat demokrasi di Indonesia menjadi demokrasi kriminal.

"Demokrasi jual beli perahu," ujarnya, sebagaimana dikutip PikiranRakyat-Bekasi.com dari kanal YouTube Refly Harun pada Selasa, 14 September 2021.

Baca Juga: Refly Harun Sebut Penyebar Hoaks Tak Perlu Dicari: Menghabiskan Energi, Cukup Klarifikasi

"Demokrasi yang menggunakan finansial untuk memenangkan kompetisi pemilihan Presiden dan Wakil Presiden," sambungnya.

Halaman:

Editor: Puji Fauziah


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

Pikiran Rakyat Media Network

X