Kamis, 20 Februari 2020

Erupsi Kembali Terjadi di Gunung Merapi Setelah Status Waspada Ditetapkan Sejak 21 Mei 2018

- 13 Februari 2020, 13:50 WIB
LETUSAN Gunung Merapi terlihat dari Balerante, Kemalang, Klaten, Jawa Tengah, Sabtu, 9 November 2019.* ANTARA FOTO

PIKIRAN RAKYATGunung Merapi merupakan salah satu gunung api teraktif yang berada di tengah Pulau Jawa.

Peneliti menilai Gunung Merapi cukup berbahaya karena terus mengalami erupsi setiap 2 hingga 5 tahun sekali. Sedangkan Gunung tersebut dikelilingi oleh pemukiman yang sangat padat.

Dikutip oleh Pikiranrakyat-bekasi.com dari akun twitter Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebenanaan Geologi (BPPTKG) menyebutkan pada Kamis, 13 Februari 2020 pukul 05:16 WIB erupsi kembali terjadi di Gunung Merapi.

Baca Juga: Meski Disebut Jadi Sumber Virus Corona, Kelelawar Masih Dikonsumsi di Indonesia

BPPTKG menjelaskan erupsi kali ini terekam di seismogram dengan amplitudo 75 mm selama 150 detik. Diketahui tinggi kolom erupsi mencapai kurang lebih 2.000 meter dari puncak dengan arah angin menuju barat laut.

Melalui pos pengamatan Gunung Merapi Jrakah, Pemalang memperlihatkan cuaca yang cukup redup dengan suhu 18,0 derajat celcius dengan kadar uap air di udara mencapai 90 persen rh dan tekanan udara sebesar 757.9 hPa.

Sedangkan melalui pantauan PGM Kaliurang di Malang suhu udara 21,0 derajat celcius dengan kelembapan mencapai 75% rh dan tekanan udara sebesar 918.8 hPa.

Baca Juga: Sebagian Wilayah Kabupaten Sleman Dihujani Abu Akibat Erupsi Gunung Merapi

Selain itu pos pengamatan Gunung Merapi di wilayah Babadan Kabupaten Ponorogo suhu udara mencapai 17,6 derajat celcius dengan kadar uap air di udara mencapai 73% rh dan tekanan udara sebesar 872,9 hPa.

Dari total 3 titik pos pengamatan Gunung Merapi terpantau kondisi angin yang cukup tenang. Sejak 21 Mei 2018 lalu, status Gunung Merapi ditetapkan di level II atau waspada.

Halaman:

Editor: Billy Mulya Putra

Artikel Terkait

Tags

Komentar

Terkini

X