Amnesty Internasional: Pemerintah Harus Lindungi Keselamatan dan Kesejahteraan Pekerja

- 9 April 2020, 10:13 WIB
PEKERJA sedang mengerjakan alat-alat kesehatan.*

PIKIRAN RAKYAT - Amnesty International Indonesia bersama dengan Lembaga Pusat Studi dan Advokasi Ketenagakerjaan Trade Unions Rights Centre (TURC) mendesak Presiden Joko Widodo dan Kementerian Ketenagakerjaan untuk menjamin perlindungan keamanan, keselamatan dan kesejahteraan pekerja dari seluruh sektor, terutama kelompok rentan dan pekerja informal, selama penanggulangan pandemi Virus Corona atau COVID-19.

Desakan itu disampaikan melalui surat kepada Presiden Joko Widodo pada tanggal 6 April 2020 lalu.

“Pekerja industri rumahan maupun UMKM, pekerja harian lepas dan pekerja berpenghasilan rendah terancam pemotongan upah dan kehilangan pekerjaan akibat COVID-19," kata Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia Usman Hamid.

Baca Juga: Warga di Cimahi Beri Dukungan dan Bantuan Terhadap Tetangganya yang Positif Virus Corona

Dikutip dari situs resmi Amnesty Internasional Indonesia menurut Usman, tidak semua pekerja bisa bisa menerapkan imbauan bekerja dari rumah.

"Ancaman tersebut bisa diperburuk apabila status Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) telah resmi diberlakukan,” ujarnya.

Selain itu menurut Usman, PSBB akan menimbulkan efek domino bagi aktivitas rantai produksi, termasuk aktivitas di DKI Jakarta yang mulai Jumat ini akan menerapkan PSBB.

Baca Juga: Betah di Rumah Lawan Corona, Tips ala Petugas NASA untuk Bertahan selama Karantina

"Perlahan namun pasti, aktivitas rantai produksi perusahaan akan berhenti, pendapatan masyarakat akan berkurang bahkan hilang dan konsumsi nasional akan terganggu,” terang Usman.

Presiden Joko Widodo telah mengumumkan akan diberlakukannya PSBB dalam rangka percepatan penanganan penyebaran COVID-19.

Halaman:

Editor: Billy Mulya Putra

Sumber: Amnesty Internasional Indonesia


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

Pikiran Rakyat Media Network

X