DPRD Pertanyakan Penggunaan Anggaran Penanganan Covid-19 Di Surabaya

- 4 Juni 2020, 13:00 WIB
SEORANG pramuniaga memeriksa suhu tubuh pengunjung yang akam memasuki salah satu gerai pakaian di pusat perbelanjaan Tunjungan Plaza, Surabaya, Jawa Timur, Jumat 29 Mei 2020.* /ANTARA

PR BEKASISurabaya kini disebut sebagai 'Wuhan' kedua oleh banyak masyarakat, pasalnya saat ini lonjakan kasus Virus Corona atau COVID-19 telah melampaui angka kasus di Jakarta.

Komisi A Bidang Hukum dan Pemerintahan DPRD Kota Surabaya mempertanyakan penggunaan anggaran penanganan Virus Corona atau COVID-19 yang telah dianggarkan melalui APBD Surabaya sebesar Rp 196 miliar.

Anggota Komisi A DPRD Surabaya M Machmud, di Surabaya mengatakan bahwa Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menyatakan telah menganggarkan Rp 196 miliar untuk penanganan COVID-19 di Surabaya.

Baca Juga: Buka Suara Terkait Kematian George Floyd, George W Bush: Saatnya untuk Mendengarkan

"Tapi sampai sekarang belum terlihat penggunaan anggaran itu," kata Machmud sebagaimana dikutip dari Antara.

Menurut dia, selama ini banyak bantuan penanganan COVID-19 dari sejumlah pihak baik dari instansi pemerintahan maupun swasta serta perorangan mengalir ke Pemkot Surabaya.

Dengan demikian, lanjut dia, anggaran yang telah disediakan tidak terpakai banyak.

Baca Juga: IHSG dan Nilai Tukar Rupiah Kompak Lanjutkan Penguatan

Menurutnya, selama ini DPRD Surabaya hanya diberi lembaran kertas sebagai formalitas laporan penerimaan bantuan penanganan COVID-19 dari berbagai pihak termasuk para pengusaha dan didisitribusikan ke mana saja bantuan itu.

"Sampai sekarang belum ada laporan penggunaan APBD, yang dipakai sudah berapa dan untuk apa saja. Saya malah dapat laporan katanya banyak sembako yang menumpuk di kantor kecamatan," ujarnya.

Halaman:

Editor: Billy Mulya Putra

Sumber: Antara


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

Pikiran Rakyat Media Network

X