Djoko Tjandra Jalani Isolasi Mandiri, Polri: Kami Masih Buru Pelaku Lain Setelah Statusnya Naik

- 8 Agustus 2020, 13:04 WIB
Terpidana kasus korupsi pengalihan hak tagih (cessie) Bank Bali Djoko Tjandra (tengah) dibawa petugas Kepolisian saat penandatanganan berita acara penyerahterimaan kepada Kejaksaan Agung di kantor Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Jumat 31 Juli 2020. /ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/wsj

PR BEKASI - Djoko Tjandra, terpidana kasus korupsi Bank Bali kini telah dipindahkan ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Salemba, Jakarta Pusat.

Ia saat ini menjalani isolasi mandiri selama 14 hari sesuai dengan protokol kesehatan penanganan COVID-19.

"Saat ini, Djoko Tjandra melaksanakan isolasi mandiri selama 14 hari sesuai dengan protokol kesehatan penanganan COVID-19 sekaligus menjalankan masa pengenalan lingkungan (mapenaling) di sel isolasi," kata Kabag Humas dan Protokol Ditjen Pemasyarakatan Kemenkumham Rika Aprianti dalam keterangannya di Jakarta kepada Antara yang dikutip oleh Pikiranrakyat-bekasi.com pada Sabtu, 8 Agustus 2020.

Baca Juga: Demi Bebaskan Putranya dari Penjara, Ibu di Ukraina Tertangkap Basah Gali Terowongan Sejauh 10 Meter 

Djoko Tjandra akan ditempatkan bersama tahanan lainnya di kamar blok hunian untuk menjalankan pidana dan program pembinaan setelah selesai menjalankan isolasi mandiri 14 hari, mapenaling, dan juga hasil 'rapid test' menunjukkan nonreaktif.

Lebih lanjut, ia menjelaskan Djoko Tjandra per 31 Juli 2020 telah dieksekusi oleh Kejaksaan dan menjadi narapidana dengan ditempatkan sementara di Rutan Salemba Cabang Bareskrim Polri karena masih dibutuhkan pemeriksaannya oleh Bareskrim Polri.

"Pada Jumat, 8 Agustus 2020, narapidana atas nama Djoko Tjandra selesai dilakukan pemeriksaan oleh Bareskrim. Oleh karena itu, selanjutnya Djoko Tjandra dikembalikan ke Rutan Salemba," ucap Rika.

Sebelumnya, Direktorat Tindak Pidana Korupsi (Ditipidkor) Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri telah menaikkan status pengusutan kasus dari penyelidikan menjadi penyidikan, setelah adanya kemungkinan tersangka baru terkait penerbitan surat jalan dan penghapusan red notice Djoko Tjandra.

Baca Juga: Tidak Hanya Zona Hijau, Pemerintah Izinkan 163 Daerah Zona Kuning untuk Kembali Belajar di Sekolah 

Halaman:

Editor: M Bayu Pratama

Sumber: ANTARA


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

Pikiran Rakyat Media Network

X