Gatot Nurmantyo Tak Masuk Bursa Calon Ketum PPP, Pengamat: Bisa Panjang Urusannya Nanti Sama Jokowi

- 27 Oktober 2020, 10:18 WIB
Mantan Panglima TNI, Gatot Nurmantyo.
Mantan Panglima TNI, Gatot Nurmantyo. /ANTARA

PR BEKASI - Partai Persatuan Pembangunan (PPP) akan melakukan pemilihan Ketua Umum di Muktamar IX PPP, yang berlangsung pada akhir Desember 2020 mendatang.

Diketahui, sebanyak enam nama disebut masuk dalam bursa calon Ketua Umum partai berlambang Ka'bah pada periode mendatang.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) PPP Arsul Sani membeberkan enam nama itu adalah Ketum PPP Suharso Monoarfa, Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Mardiono, Politikus senior PPP Akhmad Muqowam, dan Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Sandiaga Uno.

Baca Juga: Berhasil Keluar dari Zona Merah, Kabupaten Bekasi Tetap Perpanjang PSBB Hingga 25 November 2020

Kemudian, terdapat juga nama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan mantan Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf alias Gus Ipul.

"Memang saat ini banyak disebut nama yang diusulkan oleh kalangan internal PPP, mulai dari Suharso Monoarfa, Mardiono, Ahmad Muqowam, Khofifah Indar Parawansa, Gus Ipul, sampai dengan Sandiaga Uno," kata Arsul Sani, sebagaimana dikutip Pikiranrakyat-Bekasi.com dari RRI, Selasa, 27 Oktober 2020.

Deretan nama yang disebut akan masuk bursa calon Ketua Umum PPP itu pun menarik perhatian sejumlah pihak, karena tak ditemukan adanya nama Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo, yang dinilai sebagai sosok yang cukup berpengaruh akhir-akhir ini.

Menanggapi hal tersebut, Pengamat Politik dari Universitas Paramadina Hendri Satrio menilai, PPP akan sulit diterima oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) jika ada nama Gatot Nurmantyo sebagai calon Ketua Umum PPP.

Baca Juga: Kepulan Asap di Gorong-gorong Masjid Istiqlal Buat Panik, PLN Sampaikan Dugaannya

Halaman:

Editor: M Bayu Pratama

Sumber: RRI


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah