Ternyata Penurunan Harga Seken Mobil Listrik Lebih Tinggi dari Mobil Konvensional, Apa Penyebabnya?

- 8 April 2024, 09:25 WIB
Ilustrasi mobil listrik Wuling di GIIAS 2023.
Ilustrasi mobil listrik Wuling di GIIAS 2023. /Dok Wuling Motors/

PATRIOT BEKASI - Sebuah studi terbaru dari iSeeCars.com menunjukkan bahwa pepatah lama tentang mobil yang kehilangan nilai setelah dikendarai benar adanya, terutama untuk mobil listrik.

Studi ini menemukan bahwa harga rata-rata mobil listrik bekas berusia satu hingga lima tahun di Amerika Serikat (AS) turun 31,8 persen selama 12 bulan terakhir, setara dengan kerugian US$ 14.418. Sebagai perbandingannya, mobil berbahan bakar fosil turun 3,6 persen dalam periode yang sama.

Penurunan nilai yang drastis ini dapat menjadi hambatan besar untuk penerapan mobil listrik yang lebih luas. Karl Brauer, analis eksekutif iSeeCars, mengatakan bahwa meskipun harga mobil listrik bekas yang lebih rendah dapat menarik minat beberapa pembeli, hal ini juga dapat mengurangi permintaan untuk mobil listrik baru.

Menurut Brauer, "Kerugian nilai dari mobil baru dalam beberapa tahun pertama adalah aspek paling mahal dalam kepemilikan kendaraan baru. Semakin banyak pembeli potensial mobil listrik yang menyadari penurunan besar nilai kendaraan listrik, semakin sedikit minat mereka untuk membeli."

Baca Juga: 4 HP Android Kamera Terbaik Edisi Mau Lebaran 2024, Harga Mulai 2 Jutaan

David Kuo, analis saham dan salah satu pendiri Smart Investor, mengatakan bahwa ketidakmampuan mobil listrik untuk mempertahankan nilai telah menghalanginya untuk berinvestasi di industri ini.

Dia membandingkan kendaraan listrik dengan barang elektronik konsumen lainnya, seperti laptop dan ponsel, yang cenderung kehilangan nilai dan relevansinya dengan cepat setelah dijual.

"Depresiasi yang sama juga akan terjadi pada kendaraan listrik," kata Kuo. "Mungkin awalnya pembeli akan mengeluarkan biaya US$ 20.000 atau US$ 30.000 untuk membelinya. Namun, dalam waktu satu tahun, nilai depresiasinya akan jauh lebih cepat dibandingkan mobil bermesin pembakaran internal."

Kesimpulannya, studi ini menunjukkan bahwa meskipun mobil listrik memiliki banyak keuntungan, nilai jual kembalinya yang rendah dapat menjadi hambatan besar untuk adopsi massal.

Halaman:

Editor: M Hafni Ali


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah