Sejarah Kurban Pertama Manusia Ternyata Bukan dari Kisah Nabi Ismail

- 20 Juli 2021, 22:52 WIB
Konflik anak Nabi Adam, Qabil dan Habil, ternyata asal muasal sejarah kurban pertama tapi dalam arti yang tidak baik.
Konflik anak Nabi Adam, Qabil dan Habil, ternyata asal muasal sejarah kurban pertama tapi dalam arti yang tidak baik. /Pixabay/skitterphoto/Pixabay

Hal ini juga sekaligus dalam rangka menenangkan Nabi Muhammad saw, bahwa orang Yahudi yang kejam terhadapnya, juga sama seperti Yahudi sejak dulu yang membunuh nabi-nabinya, sebagaimana kejamnya Qabil membunuh Habil.

Artinya, bukan Nabi Muhammad saja yang ditindas oleh Yahudi, nabi-nabi sebelumnya pun demikian, bahkan sampai dibunuh. (lihat al-Qurtubi, Al-Jami’ li Ahkam al-Qur'an, juz, 7, hal. 408)

Baca Juga: Kurban Sapi Limosin, Andre Taulany Pilih Tak Bagikan ke Tetangga Rumahnya: Saya Mau Kasih ke Tempat Terpencil 

Kedua, ayat ini juga berkaitan dengan ayat sebelumnya (QS. Al-Maidah [5]: 18), dengan penegasan bahwa orang-orang Yahudi dan Nasrani yang mengaku sebagai keturunan nabi-nabi, nasab itu tidak ada manfaatnya jika tidak taat kepada Allah swt.

Sebagaimana Qabil yang merupakan anak Nabi Adam. Meskipun Qabil anak seorang nabi, tapi nasabnya tidak ada nilainya karena kezaliman yang diperbuatnya. (lihat al-Razi, Mafatih al-Ghaib, juz 11, hal. 203)

Pesan moral poin kedua ini menegaskan, bahwa nasab bukanlah penentu keberhasilan seseorang. Semua kembali pada pribadi masing-masing.

Dalam kisah lain, kita juga tahu seorang anak yang bernama Kan'an tidak mau beriman kepada Allah.

Padahal ia adalah anak Nabi Nuh as. Akhirnya, Kan’an diazab oleh Allah bersama umat-umat Nabi Nuh yang durhaka lainnya.***

Halaman:

Editor: M Bayu Pratama

Sumber: NU


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

Pikiran Rakyat Media Network

X