Pendidikan Jadi Sektor Terakhir, Simak 5 Tahap New Normal di Zona Biru Jawa Barat

- 4 Juni 2020, 06:36 WIB
ILUSTRASI siswa, pelajar, sekolah.* ANTARA

PR BEKASI – Gugus Tugas Percepatanan Penanggulangan COVID-19 Jawa Barat telah mengusulkan 15 kota dan kabupaten yang memiliki warna zona biru untuk dapat menerapkan tatanan normal baru atau yang dikenalkan Ridwan Kamil dengan istilah Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB).

Menurut Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, dalam menerapkan AKB di 15 kota dan kabupaten zona biru terdapat lima tahapan adaptasi yang harus dibiasakan oleh masyarakat sebagai berikut.

Pertama yakni beradaptasi dengan tempat ibadah terutama masjid. Masyarakat yang hendak beribadah di masjid harus membawa perlengkapan salat sendiri dan sudah dalam keadaan wudu yang dilakukan di rumah.

Baca Juga: Sambut Penerapan New Normal, Pertamina Terbitkan Aturan Baru di SPBU

Sementara itu pihak pengelola masjid hanya diizinkan untuk menampung 50 persen orang dari total kapasitas yang disediakan. Pengelola masjid juga harus mengajukan surat izin berupa kelayakan operasional dan pernyataan bebas COVID-19 ke kantor kecamatan setempat.

“Sesuai arahan dari Kementerian Agama, setiap masjid harus mengajukan surat ke kecamatan untuk menanyakan apakah masjidnya masuk kategori yang aman dan layak untuk dibuka ke publik,” tutur Ridwan Kamil sebagaimana dikutip Pikiranrakyat-bekasi.com dari Humas Jabar.

Setelah itu pelaksanaan AKB di tempat ibadah akan dievaluasi dalam tujuh hari.

Baca Juga: Mark Zuckerberg Bersikap Berbeda Soal Unggahan Donald Trump, Karyawan Facebook Lakukan Protes

Setelah dinilai mampu beradaptasi dengan tahap pertama 15 kota dan kabupaten zona biru dapat beranjak ke tahap kedua yakni sektor ekonomi industri, perkantoran, dan pertanian dengan waktu evaluasi yang sama.

Setelah itu zona biru akan masuk dalam tahap ketiga yakni AKB di pusat perbelanjaan seperti mall dan retail atau pertokoan.

Halaman:

Editor: Billy Mulya Putra

Sumber: Humas Jawa Barat


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

Pikiran Rakyat Media Network

X