Pertamax Dijual Rp17.950 per Liter Jika Ikuti Harga Minyak Dunia, Ini Alasan Pertamina Tetap Tahan di Rp12.500

- 11 Juli 2022, 18:55 WIB
Ilustrasi harga Pertamax yang jadi Rp17.950 per liter jika mengikuti harga minyak dunia, ini alasan Pertamina tetap tahan di harga Rp12.500 per liter.
Ilustrasi harga Pertamax yang jadi Rp17.950 per liter jika mengikuti harga minyak dunia, ini alasan Pertamina tetap tahan di harga Rp12.500 per liter. / ANTARA/ Akbar Nugroho Gumay/

PR BEKASI - Harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi mengalami kenaikan pada Minggu, 10 Juli 2022, PT Pertamina (Persero) memutuskan untuk menaikan harga tiga jenis BBM non-subsidi, salah satunya Pertamax Turbo.

Perusahaan milik pemerintah ini menaikan BBM non-subsidi yang berjenis Pertamax Turbo, Pertamina Dex, dan Dexlite.

Kenaikan harga BBM non-subsidi tersebut ternyata tidak diberlakukan pada semua jenis BBM yang ada.

Baca Juga: Ramalan Zodiak Capricorn dan Cancer 12 Juli 2022, Karier Anda Bagaikan Musim Kemarau

Seperti diketahui, Pertamina juga memiliki BBM dengan jenis Pertamax yang merupakan BBM non-subsidi yang harganya tidak dinaikan.

Pertamax merupakan BBM dengan spesifikasi setingkat di atas Pertalite yang merupakan BBM bersubsidi dari Pertamina.

Jika Pertalite memiliki angka oktan atau RON 90, maka Pertamax memiliki RON 92.

Kenaikan harga pada jenis BBM Pertamax Plus, Pertamina Dex, dan Dexlite tersebut disebut Pertamina karena mengikuti tren harga pada industri minyak dan gas dunia, seperti dikutip dari Pikiran-Rakyat.com.

"Penyesuaian ini memang terus diberlakukan secara berkala sesuai dengan Kepmen ESDM 62/K/12/MEM/2020 tentang formulasi harga jenis bahan bakar umum (JBU).

"Penyesuaian harga ini dilakukan mengikuti tren harga pada industri minyak dan gas dunia," ujar Irto Ginting, Corporat Secretary Pertamina Patra Niaga pada Senin, 11 Juli 2022.

Baca Juga: One Piece 1054: Terungkap Alasan Shanks Bisa Jadi Yonkou, Akagami Punya Hubungan dengan Im Sama?

Dijelaskan pula bahwa kenaikan tersebut juga dilakukan pada produk LPG non-subsidi seperti bright gas.

Lantas mengapa Pertamax yang juga masuk dalam kategori BBM non-subsidi tidak mengalami kenaikan harga?

Dijawab oleh Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati bahwa alasannya tidak menaikan harga Pertamax terkait dengan BBM Subsidi berjenis Pertalite.

Nicke menyebut Pertamina tetap menahan harga eceran Pertamax di Rp12.500 per liter semata-mata agar konsumsi dari Pertalite tidak tinggi.

Alasannya yang dimaksud Nicke tentunya berhubungan dengan konsumen Pertamax yang kemungkinan akan 'lari' ke Pertalite jika harga Pertamax dinaikan.

Baca Juga: Doa Setelah Sholat Witir, Lengkap dengan Lafaz Arab, Latin, dan Terjemahannya

"Kita ini masih menahan coba dengan harga Rp12.500 per liter. Karena kita pahami kalau Pertamax kita naikkan setinggi ini (mengikuti harga minyak dunia), maka pengguna akan shitfting ke Pertalite," tutur Nicke.

Sebagai informasi, jika mengikuti harga dunia, maka Pertamax akan dijual dengan harga Rp17.950/liter.***

Editor: Adithya Nurcahyo

Sumber: Pikiran Rakyat


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah

x