Jerapah Putih Betina Satu-satunya di Dunia Telah Dibunuh oleh Pemburu Liar

11 Maret 2020, 13:24 WIB
PENAMPAKAN jerapah putih yang kini sudah tidak bisa ditemukan lagi di dunia, akibat pembunuhan liar di Kenya.* /Sky News/

PIKIRAN RAKYAT - Jerapah putih betina satu-satunya di dunia telah dibunuh oleh para pemburu liar di timur laut Kenya.

Beberapa satwa liar adalah satwa yang dilindungi keberadaannya. Hal ini dilakukan agar rantai makanan dan ekosistem di hutan menjadi tetap stabil.

Segala macam upaya pelestarian alam menjadi salah satu upaya untuk menjaga satwa-satwa tersebut tetap berkembang biak demi menghindari adanya kepunahan atas salah satu spesies.

Namun, sepertinya hal ini tidak senada dengan apa yang dilakukan oleh pemburu binatang liar yang kerap memburu hewan-hewan unik dan langka, karena bisa menjadi nilai yang menggiurkan ketika dijual atau dijadikan salah satu bahan untuk membuat sesuatu.

Baca Juga: Isak Tangis Keluarga Peringati Satu Tahun Kecelakaan Pesawat Boeing 737 MAX Ethiopia 

Kejadian mengejutkan telah terjadi di Kenya, para pemburu liar di sana berhasil membunuh jerapah putih yang dilindungi oleh organisasi penjaga satwa liar di sana.

Dikutip Pikiranrakyat-bekasi.com dari Sky News pada Rabu, 11 Maret 2020, diberitakan bahwa Rangers atau kelompok pelindung satwa liar, telah mengonfirmasi bahwa mereka menemukan bangkai jerapah putih tersebut di sebuah desa di Garissa.

Jerapah berwarna putih ketiga ini adalah hewan dengan keunikan warnanya yang merupakan satu-satunya yang tersisa di dunia, kini sudah benar-benar hilang.

"Ini adalah hari yang sangat menyedihkan bagi komunitas Ijara dan Kenya secara keseluruhan," kata Mohammed Ahmednoor.

Baca Juga: Kylian Mbappe Dikabarkan Terjangkit Virus Corona di Prancis, Simak Faktanya 

"Kami adalah satu-satunya komunitas di dunia yang merupakan penjaga spesies jerapah putih," tegasnya.

Pembunuhan itu digambarkan sebagai "pukulan terhadap langkah-langkah luar biasa yang diambil oleh komunitas untuk melestarikan spesies langka dan unik" serta "seruan untuk membangun dukungan berkelanjutan untuk upaya konservasi".

"Ini adalah kerugian panjang, mengingat studi genetika dan penelitian yang merupakan investasi signifikan bagi para peneliti, kini telah sia-sia," tambah Ahmednoor.

"Lebih jauh dari ini, jerapah putih menjadi dorongan besar bagi pariwisata di daerah ini," katanya.

Penampakan warna putih yang mereka miliki disebabkan oleh kondisi langka yang disebut leucism, yang menyebabkan sel-sel kulit tidak memiliki pigmentasi.***

 

Editor: M Bayu Pratama

Sumber: Sky News

Tags

Terkini

Terpopuler