Lamaran Berujung Nahas, Wanita Turki Jatuh dari Tebing Beberapa Menit Usai Dilamar

- 26 Juli 2023, 08:21 WIB
Yesim Demir dan tunangannya, wanita asal Turki ini tewas jatuh dari tebing setelah lamaran.
Yesim Demir dan tunangannya, wanita asal Turki ini tewas jatuh dari tebing setelah lamaran. /NYPost/

PATRIOT BEKASI - Nasib nahas menimpa seorang wanita Turki yang baru saja mendapatkan lamaran dari kekasinya. Beberapa menit setelah dilamar, dia terpeleset dan jatuh dari tebing yang merengut nyawanya.

Yesim Demir, nama wanita tersebut, hendak merayakan peristiwa penting bersama kekasihnya yang mengajukan lamaran, Nizamettin Gursu.

Mereka pergi berpiknik untuk melihat matahari terbenam, tetapi wanita berusia 39 tahun tersebut terjatuh dari tebing curam yang jaraknya lebih dari 100 kaki di Canakkale, Turki, pada 6 Juli 2023.

Ketika itu, Nizamettin Gursu yang senang usai memberikan lamaran ke Yesim Demir kembali ke mobil untuk mengambil makanan dan minuman untuk merayakan peristiwa penting hubungan mereka.

Baca Juga: Keluarga Guru Muda yang Bunuh Diri di Sekolah Rilis Buku Hariannya, Akui Beban Kerja Berat hingga Gemetaran

Akan tetapi, dikutip Patriot Bekasi dari NYPost, dia kemudian mendengar jeritan dari arah kekasihnya.

Dia pun segera kembali ke lokasi tebing yang indah di Polente Cape tersebut, dan melihat kekasihnya jatuh ke tepian.

Dalam wawancara dengan media, dia menyatakan tunangannya yang memilih lokasi tersebut untuk bertunangan, lantaran tempatnya yang indah dan romantis.

“Kami memilihnya untuk memiliki memori romantis setelah lamaran. Kami minum alkohol. Semuanya terjadi sekaligus. Dia kehilangan keseimbangan dan jatuh,” tutur dia.

Baca Juga: Kepala dari Korban Pembunuhan di Hotel Jepang Akhirnya Ditemukan, Keluarga Psikiater Jadi Tersangka

Awalnya, Yesim Demir masih dalam kondisi sadar saat baru jatuh dari tebing setinggi 104 kaki, tetapi luka yang dideritanya membuat dia tak bisa bertahan.

Gursu segera meminta bantuan, tetapi setelah 45 menit upaya resusitasi, petugas medis menyatakan calon istrinya telah meninggal.

Teman wanita dari Yesim menyampaikan ke media bahwa tebing tersebut kerap dikunjungi banyak orang ketika hendak menyaksikan matahari terbenam.

“Ini adalah tempat di mana semua orang datang dan menyaksikan matahari terbenam,” kata mereka.

“Namun, jalanannya sangat buruk dan tidak ada tindakan pencegahan di tepi jurang. Pagar harus ditarik di sini, tindakan pencegahan harus dilakukan," pungkasnya.***

Editor: M Hafni Ali

Sumber: NY Post


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah

x