Gelontorkan Bantuan Rp 16,2 Triliun, Jabar Akan Libatkan Pedagang Pasar dan Ojek Online

5 April 2020, 09:11 WIB
DERETAN motor ojek online parkir menunggu pesanan konsumen, di Jalan Purnawarman, Kota Bandung, Selasan(23/3/2020). Dampak pandemi Covid-19 mulai berdampak pada menurunnya jumlah pesanan yang otomatis menurunkan pendapatan mereka. * /ADE BAYU INDRA/PR/

PIKIRAN RAKYAT – Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat mengalokasikan anggaran sebesar Rp 16,2 triliun khusus untuk menanggulangi dampak sosial dan ekonomi masyarakat akibat pandemi virus corona.

Dari total 16,2 triliun tersebut Rp 3,2 triliun disalurkan untuk bantuan kebutuhan pangan.

“Kami sudah memutuskan bersama DPRD Jabar, total anggaran untuk penggulangan COVID-19 di Jawa Barat ini adalah kurang lebih sekitar Rp 16,2 triliun,” tutur Ridwan Kamil seperti dikutip Pikiranrakyat-bekasi.com dari situs resmi Humas Jabar.

Baca Juga: Buat Resolusi Virus Corona, Berikut Deretan Peran RI dalam Diplomasi Kesehatan di PBB

Ridwan Kamil memaparkan sebanyak Rp 3,2 triliun tersebut akan dialokasikan untuk membantu perekonomian 15 persen warga Jawa Barat dengan kemampuan ekonomi yang rendah di luar dari bantuan sebanyak 25 persen program Kartu Sembako dan Program Keluarga Harapan yang diberikan pemerintah pusat.

Maka secara keseluruhan warga dengan kemampuan ekonomi yang rendah akan mendapat bantuan sebanyak 40 persen dari anggaran pemerintah pusat dan daerah.

“Sebagian kota kabupaten juga saya apresiasi mereka berniat untuk menambah kekurangan-kekurangan jika memungkinkan,” ujarnya.

Baca Juga: Dikritik Perihal Pemangkasan Gaji Pemain, Luis Suarez: Saya Terluka

Selain itu, Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga akan memberikan bantuan berupa uang tunai dan pangan sebesar Rp 500.000 dengan rincian 1/3 dalam bentuk tunai dan 2/3 dalam bentuk sembako yang akan segera didistribusikan dalam waktu dekat setelah pemerintah menyelesaikan rekapan data seluruh warga yang berhak mendapatkan dana tersebut.

Setelah data selesai dihimpun, Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan meminta kepada para Wali Kota dan Bupati menerbitkan surat keputusan untuk mengatur bantuan dana tersebut.

Sembako yang akan diberikan berasal dari para pedagang yang berjualan di pasar tradisional yang tersebar di beberapa wilayah Jawa Barat.

Baca Juga: Perppu Nomor 1 Tahun 2020 Dinilai Kebal Hukum, DPR: Awas Serupa Skandal Bank Century

Dalam proses distribusi Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan melibatkan PT Pos Indonesia dan pengemudi ojek online (Ojol) yang nantinya akan diberi intensif khusus oleh pemerintah di luar bantuan kredit dan bonus dari perusahaan mereka.

“Jadi para pedagang pasar tidak perlu khawatir, kami akan membeli jika tren turun dalam penjualan di pasar-pasar. Kami juga membayar tim ojol itu dengan insentif dan upah yang datang dari anggaran Rp 3,2 triliun itu,” ungkap Ridwan Kamil.

Mantan Wali Kota Bandung tersebut menuturkan proses bantuan akan diberikan dalam 2 tahap, pertama bagi masyarakat yang sudah terdata sebelumnya di pemerintah daerah dan kedua akan diberikan bagi masyarakat yang tidak masuk dalam data pertama.

Baca Juga: Akibat Virus Corona, “Top Gun: Maverick” Tunda Tanggal Rilis

“Jadi kami menyisihkan 20 persen bantuan dari yang sekarang ada untuk menutupi mereka yang merasa perlu dibantu tapi tidak terdata,” pungkasnya.***

Editor: Billy Mulya Putra

Sumber: Humas Jawa Barat

Tags

Terkini

Terpopuler