Remaja Kena Penyakit Kelamin Usai Alami Pelecehan Seksual Ternyata Juga Dijual, Pelakunya Anak Anggota DPRD

- 20 April 2021, 14:08 WIB
Ilustrasi perdagangan anak di bawah umur.
Ilustrasi perdagangan anak di bawah umur. /Pixabay/Alexas_Fotos

PR BEKASI - Kasus pelecehan seksual yang diduga dilakukan oleh anak anggota DPRD Kota Bekasi kini masuki babak baru.

Korban PU (15), yang sebelumnya mengaku diperkosa oleh anak anggota DPRD Bekasi, AT (21), ternyata masuk dalam dugaan indikasi perdagangan anak di bawah umur untuk prostitusi.

Hal tersebut diungkapkan Komisioner KPAD Kota Bekasi, Novrian pada Selasa, 20 April 2021.

Baca Juga: Keluarganya Diibaratkan 'Binatang' oleh Haters, Ruben Onsu: Air Mata Saya Habis, tapi Harus Berdiri untuk Anak

Ia menjelaskan, dugaan indikasi perdagangan anak di bawah umur untuk prostitusi berawal saat korban diajak bekerja oleh terduga pelaku.

Informasi mengenai adanya dugaan indikasi Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) terkuak, setelah Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kota Bekasi memberikan pendampingan psikososial terhadap PU.

"Korban awalnya diiming-imingi kerjaan untuk menjadi pekerja di (toko) pisang goreng. Agar mempermudah kerjaan, korban diminta tinggal di kosan," kata Novrian dikutip PikiranRakyat-Bekasi.com dari Dakta.

Baca Juga: Tiga Hal Ini jadi Prioritas KemenPUPR untuk Percepat Penanganan Bencana NTT dan NTB

Namun, pekerjaan yang ditawarkan korban tidak pernah ada. Terduga pelaku mengatakan kepada korban bahwa pekerjaan itu sudah diisi orang lain.

Halaman:

Editor: Elfrida Chania S

Sumber: Dakta


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

Pikiran Rakyat Media Network

X