Tuding PDAM Bekasi Semena-mena, Anggota DPDR Kota Bekasi Ungkap Kekecewaan Usai Air Mati Dua Hari

- 31 Mei 2024, 12:45 WIB
PDAM Bekasi menuai protes anggota DPRD Kota Bekasi usai pelayanan yang dianggap buruk.
PDAM Bekasi menuai protes anggota DPRD Kota Bekasi usai pelayanan yang dianggap buruk. /Patriot Bekasi/Muhamad Bagja/

PATRIOT BEKASI - Buruknya pelayanan air bersih Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Bekasi (PDAM Bekasi) turut disoroti oleh DPRD Kota Bekasi. Lantaran kecewa dengan layanan yang diterima, mereka pun meminta pada PDAM Bekasi agar segera memperbaiki pelayanan yang diberikan. Hal ini disampaikan oleh Anggota Komisi III DPRD Kota Bekasi, Abdul Muin Hafied pada Jumat, 31 Mei 2024.

Abdul Muin Hafied menyampaikan bahwa pihak PDAM Bekasi tidak boleh berlaku semena-mena dalam memberikan pelayanan air bersih pada warga, yang berujung merugikan.

"PDAM tidak boleh semena-mena dalam memberikan pelayanan air bersih kepada warga. Jangan sedikit-sedikit air mati, itu merugikan pelanggan namanya," ujarnya.

Lebih lanjut, dia pun menaruh rasa curiga bahwa PDAM Bekasi bersikap acuh terhadap pelanggan, terutama warga yang ada di wilayah Kota Bekasi.

Selain itu, sebagaimana dikutip Patriot Bekasi dari RRI, dia menyebut pihak PDAM lebih cenderung berfokus mengurus pelanggan atau warga yang ada di Kabupaten Bekasi.

Baca Juga: EoS atau Festival Europe on Screen akan digelar 7 -16 Juni 2024 di Beberapa Kota, Meriah dengan 75 Film Eropa

Apalagi semenjak kesepakatan terjadi, yakni terkait pembelian aset PDAM Bekasi di wilayah Kota oleh Pemkot Bekasi.

Sehingga, dia melanjutkan, pelanggan di Kota Bekasi dirasa sudah bukan prioritas lagi, karena pada akhirnya nanti diserahkan ke Pemkot.

Padahal, Abdul Muin menambahkan, secara praktek masih belum semua aset diserahkan kepada Kota Bekasi.

Dia pun mendesak PDAM Bekasi untuk segera melakukan pembenahan layanan yang diberikan, sehingga tidak ada masyarakat yang dirugikan.

"Saya kira pelayanan PDAM Bekasi harus diperbaiki. Selama masih belum diserahterimakan asetnya, PDAM Bekasi tidak boleh lepas tangan," tutur dia.

Sebagai informasi, sebelum ini pasokan air PDAM Bekasi mati selama dua hari berturut-turut pada tanggal 29-30 Mei 2024, khususnya di wilayah Kelurahan Kayuringin, Kota Bekasi.

Air sudah tidak keluar sejak malam hari setelah Isya, kemudian menyala menjelang waktu Subuh. Hal ini pun memicu potes warga dan mereka mengeluhkan kejadian ini sampai kabar tersebut menuai respon DPRD Kota Bekasi.

***

Editor: M Hafni Ali

Sumber: RRI


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah