Bela Palestina, Maruf Amin Tegaskan Indonesia Tidak Ada Upaya Normalisasi Hubungan dengan Israel

- 3 Maret 2024, 21:27 WIB
Warga saat aksi bela Palestina atas pembantaian yang dilakukan zionis Israel.
Warga saat aksi bela Palestina atas pembantaian yang dilakukan zionis Israel. /Muhamad Bagja/Patriot Bekasi/

PATRIOT BEKASI - Wakil Presiden Maruf Amin menegaskan dalam pernyataannya selama kunjungan ke Selandia Baru bahwa Indonesia tidak akan menjalin hubungan diplomatik dengan Israel sebelum mencapai penyelesaian komprehensif yang menjamin kemerdekaan Palestina.

Maruf Amin menyatakan bahwa keputusan itu lah yang akan dilakukan Indonesia, dengan terus mendukung perjuangan rakyat Palestina untuk berprestasi di forum internasional baik politik, regional dan yudikatif.

Mantan ketua Majelis Ulama Indonesia ini menekankan, Indonesia akan tetap menjadi bagian dari solusi dan bukan menjadi sumber masalah, dan menyerukan kepada pemerintah Selandia Baru untuk bekerja sama untuk memastikan keberhasilan upaya internasional dalam mencari solusi agar gencatan senjata, memberikan bantuan kepada Palestina, dan mengakhiri pendudukan Israel.

Baca Juga: Ramadhan Mengitung Hari, Ini Ucapan dan Doa Buat Dikirim ke Teman maupun Kerabat

Maruf Amin menggambarkan Israel sebagai penjara terbesar di dunia bagi rakyat Palestina, mengecam serangan zionis yang masih terus berlangsung di Jalur Gaza, yang merenggut nyawa puluhan ribu orang yang mati syahid dan terluka, dia pun mengingatkan bahwa Indonesia belum mengubah posisinya mengenai isu Palestina sejak Konferensi Asia Afrika yang diadakan di Indonesia pada tahun 1955.

Dia juga mengatakan bahwa ada negara-negara yang sudah menormalisasi hubungannya dengan Israel dan ingin mempengaruhi posisi Indonesia untuk mengambil sikap yang sama, tetapi disampaikannya bahwa Indonesia tegas dalam posisinya menolak hal itu.

Pernyataan Amin muncul beberapa hari setelah situs web Yahudi Amerika "Jewish Insider" menerbitkan laporan panjang yang menunjukkan bahwa Indonesia sedang dalam proses menormalisasi hubungan dengan Israel sebelum tanggal 7 Oktober tahun lalu, dan pengaturan untuk normalisasi akan dilakukan pada bulan yang sama.

Namun, dengan adanya Thuufanul Aqsa, dan laporan tersebut menulisakan serangan 7 Oktober menunda realisasi terjaidnya hal ini, media ini mengklaim bahwa informasi itu menurut sumber yang berpartisipasi dalam pembicaraan antara kedua negara, dan melaporkannya ke mereka.

Halaman:

Editor: M Hafni Ali

Sumber: Al Jazeera


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah