Berbagi Pandangan soal Teknologi Digital, Nicholas Saputra Ingatkan Pentingnya Privasi dan Etika

- 17 April 2021, 07:48 WIB
Aktor Nicholas Saputra berikan pandangan terhadap perkembangan teknologi digital dan ingatkan pentingnya privasi dan etika di acara Kominfo.
Aktor Nicholas Saputra berikan pandangan terhadap perkembangan teknologi digital dan ingatkan pentingnya privasi dan etika di acara Kominfo. /ANTARA/Nanien Yuniar

PR BEKASI - Hadiri acara bersama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) pada Jumat, 16 April 2021 kemarin, Aktor Nicholas Saputra ikut memberikan sejumlah pandangan terhadap perkembangan masyarakat di era digital.

Dalam kesempatannya Nicholas Saputra turut memberikan komentarnya atas pentingnya menjaga data privasi dan etika dalam era digital seperti sekarang.

Menurutnya jika setiap orang tidak menggunakan teknologi digital yang ada saat ini secara bijak, maka dikhawatirkan bisa saja akan berdampak buruk terhadap diri kita dan orang terdekat di kemudian hari.

Baca Juga: Kode Redeem FF Terbaru Hari Ini Sabtu 17 April 2021, Ambil Hadiah Gratisnya Sekarang

Sebab itu ia menyatakan bahwa dirinya selama ini menyadari dan menjunjung tinggi betul soal privasi tersebut.

"Kulturnya mungkin masih kurang menjunjung tinggi privasi, kayak misalnya soal masalah keluarga, dan lainnya. Saya sendiri sangat menjunjung tinggi hal itu karena ini efeknya bisa ke mana-mana," kata Nicholas Saputra seperti dikutip Pikiranrakyat-Bekasi.com dari Antara, Sabtu, 17 Maret 2021.

"Mulai dari keamanan (data), cyber bullying, bahkan bukan hanya untuk kita sendiri tapi juga orang-orang di sekitar kita," kata aktor dikenal berperan sebagai Rangga dalam film 'Ada Apa dengan Cinta' itu.

Baca Juga: Bantu Penuhi Kebutuhan Warga Saat Ramadhan, Kemdes PDTT Minta Kades Salurkan BLT Desa pada Warga

Karena itu ia menekankan agar ketika menggunakan media sosial, misalnya, setiap orang dapat melihat jauh ke depan untuk menimbang terlebih dahulu akan risiko yang bisa saja terjadi.

"Ada baiknya sebelum menggunakan media sosial, kita berpikir sekali, dua kali untuk mengukur risikonya, apalagi soal privasi," kata Nicholas Saputra.

Kemudian terhadap perundungan siber di media sosial, hal ini juga menurutnya seringkali terjadi dan dilakukan oleh sesama warganet, terutama terjadi kepada figur publik, lantaran memiliki banyak pengikut yang ikut berkomentar secara beragam.

Baca Juga: Nadiem Makarim Ajukan Revisi PP SNP, Gus Nadir: Kasihan Jokowi Kalau Pembantunya Teledor Begini

Baca Juga: Kabar Baik! PLN Perpanjang Diskon Tarif Listrik dari April Hingga Juni 2021, Simak Penjelasannya

Menurutnya hal ini terjadi karena masih ada sebagian masyarakat yang kurang menjaga etika dalam menggunakan teknologi digital yang tersedia saat ini.

"Bukan cuma public figure saja yang mengalami, orang-orang yang bukan public figure pun bisa mendapatkan itu walaupun intensitasnya berbeda. Maka, kecepatan teknologi harus bisa berimbang sama etika," kata Nicholas Saputra.

Karena itu ia mengajak agar para pengguna media sosial harus bisa membawa kemajuan teknologi ke arah yang positif dan bermanfaat.

Misalnya untuk pengembangan diri, berkomunikasi hingga mengekspresikan diri. Namun semua itu kembali lagi ke pengguna dalam memanfaatkannya untuk apa.

"Media sosial sepertinya adalah hal yang enggak bisa dipisahkan dari kehidupan sehari-hari kita. Kita bisa menggunakan itu untuk mengekspresikan diri, berkomunikasi, diskusi, dan lainnya. Ini adalah platform yang bisa digunakan untuk berbagai macam hal, dan kuasanya ada di pengguna," kata Nicholas Saputra.***

Editor: Rinrin Rindawati

Sumber: ANTARA


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah