Foto Terakhir Jurnalis Inggris Sebelum Tewas Beredar, Diduga Taliban Mutilasi Jenazahnya

- 25 Agustus 2021, 18:01 WIB
Taliban diduga telah memutilasi jenazah jurnalis Inggris, seiring foto terakhir sebelum tewas beredar.
Taliban diduga telah memutilasi jenazah jurnalis Inggris, seiring foto terakhir sebelum tewas beredar. /Daily Mail

 

PR BEKASI - Jurnalis media Inggris Reuters Danish Siddiqui dilaporkan tewas akibat serangan kelompok Taliban pada 16 Agustus 2021 lalu.

Danish tewas setelah kelompok Taliban berhasil mengambil alih kekuasaan pemerintah Afghanistan pada 15 Agustus 2021 lalu.

Pada saat itu, Danish tengah melakukan peliputan perang di Afghanistan.

Menurut laporan, Denish tewas dalam serangan Taliban untuk merebut kota selatan Spin Boldak, provinsi Kandahar, Afghanistan.

Baca Juga: Taliban Dilaporkan Bunuh Anak-anak dan Buru Perempuan Usia 12 Tahun sebagai 'Rampasan Perang'

Baru-baru ini, foto terakhirnya saat detik-detik penembakan kelompok Taliban dibagikan kepada publik.

Denish diduga tewas akibat terkena pecahan peluru dari roket saat meliput pertempuran antara Taliban dan pasukan komando Afghanistan.

Adapun kematian Denish ini diduga lantaran ia tertinggal dari rombongan tentera Afghanistan yang dipukul mundur oleh Taliban.

Dikutip Pikiranrakyat-Bekasi.com dari Daily Mail pada Rabu, 25 Agustus 2021, jenazah Denish diduga telah dimutilasi oleh Taliban.

Baca Juga: Taliban Minta Pejabat Pemerintahan Afghanistan Kembali Bekerja, Kondisi Ekonomi Terancam Hancur

Jenazah Denihs dilaporkan ditemukan dalam keadaan terpotong-potong, menyerupai keadaan sehabis dimutilasi.

Militer Afghanistan mengatakan, mereka meninggalkan jenazah Denish di masjid terdekat bersama dua orang tentara pengawalnya.

Jenazah Denish dan dua orang tentara pengawalnya, ungkap militer Afghanistan, ditinggalkan dalam keadaan utuh karena terdesak oleh serangan Taliban.

Berdasarkan pengamatan ahli balistik Inggris Philip Boyce dari Forensic Equity, jenazah Denish dimutilasi, bukan terpotong akibat serangan kelompok Taliban.

Menurut Philip, jenazah Denish ditembak beberapa kali lagi setelah terbunuh dan kemudian dimutilasi.

Kendati demikian, juru bicara kelompok Taliban Zabihullah Mujahid membantah tudingan telah memutilasi jenazah Denish.***

Editor: Rinrin Rindawati

Sumber: Daily Mail


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah