Tiap Hari Kejam Terhadap Palestina, Israel Ngotot Jadi Perantara Perdamaian Rusia-Ukraina

- 7 Maret 2022, 18:32 WIB
Perdana Menteri Israel, Naftali Bennett ngotot negaranya ingin menjadi perantara perdamaian Rusia-Ukraina meskipun mereka hampir setiap hari melakukan kekerasan terhadap warga Palestina.
Perdana Menteri Israel, Naftali Bennett ngotot negaranya ingin menjadi perantara perdamaian Rusia-Ukraina meskipun mereka hampir setiap hari melakukan kekerasan terhadap warga Palestina. /REUTERS/Abir Sultan

PR BEKASI – Israel dilaporkan ngotot untuk menjadi perantara perdamaian antara Rusia dan Ukraina, bertolak belakang terhadap kekejaman yang hampir setiap hari mereka lakukan terhadap Palestina.

Hal tersebut dikatakan oleh Perdana Menteri Israel, Naftali Bennett pada Minggu, 6 Maret 2022 setelah melakukan pembicaraan dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin lewat sambungan telepon.

Israel sendiri telah diminta oleh Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky untuk menjadi perantara damai untuk mengakhiri konflik Rusia-Ukraina.

Dalam pidato yang disiarkan televisi Israel kepada kabinetnya, Naftali Bennett mengatakan bahwa Israel akan terus membantu Rusia dan Ukraina untuk mencapai perdamaian tanpa diminta.

Baca Juga: Viral Video Asusila Tayang Diduga di Ruang Tunggu Vaksin, Petugas Panik Matikan TV

"Kami akan terus membantu Rusia dan Ukraina untuk menyelesaikan konflik, bahkan jika kemungkinannya tidak besar," katanya.

"Kami memiliki akses ke semua sisi dan kemampuan, saya melihatnya sebagai kewajiban moral untuk melakukan setiap upaya untuk mencapai perdamaian," katanya, dikutip Pikiranrakyat-Bekasi.com dari Reuters, Senin, 7 Maret 2022.

Naftali Bennett juga mengatakan bahwa dirinya telah berbincang dengan Jerman, Prancis, dan Amerika Serikat untuk membantu Israel menjadi perantara perdamaian konflik Rusia-Ukraina.

Israel sendiri diketahui telah melancarkan kutukan keras terhadap serangan yang dilakukan oleh Rusia ke Ukraina.

Bahkan, mereka juga telah melakukan aksi solidaritas terhadap Ukraina dengan mengirimkan bantuan rumah sakit lapangan di negara itu.

Baca Juga: Update One Piece 1043, Oda Tidak Yakin Luffy Bisa Mengalahkan Kaido, Sosok Misterius Akan Muncul

Hal tersebut tampaknya menjadi sangat ironis apabila kita melihat ke belakang kekejaman yang dilakukan Israel terhadap warga Palestina.

Diketahui, Israel sendiri telah melakukan pendudukan di tanah Palestina selama kurang lebih hampir 70 tahun lamanya.

Hampir setiap hari, sudah dipastikan banyak warga Palestina yang ditangkap bahkan dibunuh oleh pasukan Israel.

Bahkan, terkadang para pemukim Israel juga melakukan tindakan kekerasan terhadap warga Palestina tanpa pandang bulu.

Baca Juga: Bocoran One Piece 1043, Munculnya Mode Gear 5th Luffy Sesuai Petunjuk Oda

Namun, meskipun berbagai kelompok HAM di seluruh dunia telah mengatakan bahwa Israel sejak terbentuk telah melakukan kejahatan perang serta Apartheid di Palestina, akan tetapi masyarakat dunia, khususnya Barat seakan tidak peduli terhadap kekejaman mereka.

Baru-baru ini, standar ganda yang diterapkan oleh negara Barat tersebut telah mendapatkan kecaman keras dari berbagai golongan.

Politisi Irlandia, Richard Boyd Barrett mengatakan bahwa negara Barat telah menutup mata terhadap kekejaman yang dilakukan Israel yang hampir setiap hari terjadi di Palestina.

Sementara itu, pemain Tim Nasional Palestina yang saat ini membela Persib Bandung, Mohammed Rashid mengatakan bahwa standar ganda yang diterapkan oleh masyarakat internasional sangatlah tidak adil.***

Editor: Nopsi Marga

Sumber: Reuters


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah