AS Dikabarkan Akan Kirim Drone Tempur ke Ukraina

- 3 Juni 2022, 07:12 WIB
Ilustrasi drone
Ilustrasi drone /Pixabay/ Ievhenii_Putiata

PR BEKASI - AS diakabrkan berencananya untuk mengirim empat drone MQ-1C Gray Eagle ke Ukraina.

Pihak AS melengkapi drone tersebut dengan rudal Hellfire untuk digunakan di medan perang melawan Rusia.

Namun, menurut sumber yang dirahasiakan di Gedung Putih, penjualan drone tersebut buatan General Atomics mungkin masih ditolak oleh Kongres.

Ditambah lagi, rencana AS tentang drone ini kemungkinan akan disabotase oleh adanya perubahan kebijakan dan masih akan ditinjau.

Baca Juga: Mengapa Cicak dalam Rumah Boleh Dimusnahkan dalam Hukum Islam? Ustaz Adi Hidayat Ungkap Alasannya

Sedangkan, AS berencana untuk memberi tahu Kongres tentang potensi penjualan ke Ukraina, sebagaimana dikutip PikiranRakyat-Bekasi.com dari Sputnik.

Menurut kabar yang beredar, uang dari Inisiatif Bantuan Keamanan Ukraina senilai 40 miliar Dollar AS atau Rp579,3 triliun telah disisihkan untuk mendukung kemungkinan penjualan dan pelatihan yang diperlukan untuk operator drone.

Sistem pesawat tak berawak Gray Eagle dikatakan sebagai lompatan teknologi ke depan karena dapat terbang hingga 30 jam.

Baca Juga: Ada 1 Beruang Santa Bersembunyi di Balik Rusa Kutub, Bisa Menemukannya dalam 10 Detik?

Bahkan, drone itu dapat aktif sepanjang waktu tergantung pada misi dan mengumpulkan sejumlah besar data untuk alasan intelijen.

Versi Angkatan Darat dari pesawat tak berawak Predator yang populer, Gray Eagle, juga dapat membawa hingga delapan rudal Hellfire yang mematikan.

Drone MQ-1C dapat menggunakan jangkauan bom yang lebih luas.

Baca Juga: Memasuki Hari ke-6, Keluarga Ridwan Kamil Gelar Salat Gaib untuk Eril

Setelah pelatihan drone selesai, Otoritas Penarikan Presiden di masa depan akan mempersenjatai rudal Hellfire.

Hingga kemarin, Ukraina akan mendapatkan empat sistem roket HIMARS dari Barat.

Pentagon juga telah menekankan pentingnya sistem yang lebih kecil seperti sistem anti-tank Javelin dan rudal anti-pesawat Stinger.

Baca Juga: One Piece 1052, Pemerintah Dunia Menjadi Musuh Final Luffy dan Aliansi di Wano

Namun, Presiden Biden sebelumnya menyatakan dalam sebuah op-ed bahwa sementara Amerika Serikat tidak menginginkan perang antara NATO dan Rusia.***

 

Editor: Dini Novianti Rahayu

Sumber: Sputnik News


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah