Yakin Berlibur ke Bogor? Usai Vila Tak Diberi Izin, Sekarang Wajib Rapid Test di Tiga Lokasi Ini!

- 26 Oktober 2020, 16:33 WIB
Macet puncak bogor.
Macet puncak bogor. /DOK PR/

PR BEKASI - Sebelumnya telah diketahui bahwa Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bogor tidak mengizinkan pemilik vila menyewakan kepada para wisatawan yang ingin berlibur.

Tentu ada tujuan dibalik pelarangan tersebut, karena, libur panjang ini disinyalir dapat memicu klaster Covid-19 baru yang sampai saat ini sudah terlihat melandai.

"Kami dari jajaran Satpol PP akan melakukan sosialisasi dan mengingatkan kembali kepada para pelaku usaha di kawasan puncak melalui surat yang akan dimulai besok. Surat ini berisi agar vila-vila tidak disewakan," ujar Kasatpol PP Kabupaten Bogor Agus Ridhallah.

Baca Juga: Usai Santap Bubur Sumsum dari Pedagang Keliling, Puluhan Warga di Tangerang Dilarikan ke Puskesmas

Ternyata tidak hanya sampai di situ untuk mengantisipasi melonjaknya wisatawan jelang libur panjang akhir Oktober sampai awal November mendatang.

Pemerintah Kabupaten Bogor menyiapkan berbagai regulasi untuk mencegah meluasnya penyebaran Covid-19. Antara lain memberlakukan rapid test di tiga titik wilayah.

"Terkait masalah kesiapan long weekend, kita sudah rapat hari ini dan menyepakati, yang pertama dari pihak kepolisian akan mengadakan apel kesiapan pada hari Rabu dan bagaimana mengurangi kedatangan kunjungan wisata dengan melakukan, pertama, akan dilakukan rapid test di tiga lokasi," kata Wakil Bupati Bogor Iwan Setiawan.

Baca Juga: Luhut Ingin Buat Website Omnibus Law, Rocky Gerung: Websitenya Dikendalikan Buzzer, Makin Gila Lagi

Dikutip Pikiranrakyat-Bekasi.com dari PMJ News, tiga titik rapid test itu terletak di Gadog, Taman Wisata Matahari, dan Gunung Mas. Penerapannya akan dimulai pada Rabu, 28 Oktober 2020.

Iwan mengatakan, Pemkab Bogor akan melibatkan tim gabungan Satgas Covid-19 dari TNI/Polri, Satpol-PP, Dinas Kesehatan, dan pihak kecamatan. Secara teknis, lanjut Iwan, rapid test tersebut dilakukan secara acak terhadap wisatawan dari Jakarta yang mengarah ke atas Puncak Bogor.

"Kalau ada yang reaktif pasti disuruh puter balik, ini kesepakatan dari TNI Polri bahwa tujuan rapid itu untuk memberi pesan masyarakat supaya orang masuk ke puncak itu harus clear, sehat, jangan membawa penyakit dari luar ke sini. Ya harus siap dibalik arahlah," ucap Iwan.

Baca Juga: Anies Baswedan Larang ASN DKI Pergi ke Luar Kota pada Libur Panjang Jika Tidak Mendesak

"Iya itu secara random nanti dan ini kita sudah dipersiapkan alatnya dari Dinkes," ucap Iwan menambahkan.

Iwan juga meminta wisatawan yang hendak liburan ke Puncak wajib mentaati protokol kesehatan.

"Jadi jangan sampai hanya di luar, tapi di dalam juga. Biasanya hotel, vila yang milik pribadi, itu protapnya dilaksanakan. Kami akan ada operasi, operasi untuk pengawasan, edukasi terkait 3 M (memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan)," tutur Iwan.

Baca Juga: Siasati Kondisi Saat Ini, Disdikpora Kota Sabang Suarakan Semangat Sumpah Pemuda dengan Cara Ini

Libur panjang kali ini sekaligus cuti bersama yang diberlakukan pemerintah pusat, bertepatan dengan 29 Oktober 2020 yakni Maulid Nabi Muhammad SAW. Ini dilanjutkan dengan libur panjang hingga Minggu, 1 November 2020.***

Editor: Ikbal Tawakal

Sumber: PMJ News


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah

x