Kasus Dua Mayat Wanita Dicor di Bekasi, Polisi Sebut Pelaku Teman Sekolah

- 2 Maret 2023, 17:11 WIB
Terkait dua mayat wanita dicor di Bekasi, polisi ungkap fakta ini.
Terkait dua mayat wanita dicor di Bekasi, polisi ungkap fakta ini. /Dok. Humas Polri

PATRIOT BEKASI - Pihak kepolisian mengungkapkan beberapa dugaan terkait kasus pembunuhan dua mayat wanita dicor di kontrakan di Bekasi, yakni Yusi (48 tahun) dan Heni (47 tahun), berdasarkan hasil penyelidikan yang dilakukan oleh mereka.

Disimpulkan pihak polisi bahwa pelaku dari aksi pembunuhan dua mayat wanita dicor ini adalah pemilik kontrakan, yang ditemukan bersimbah darah di lokasi kejadian, yakni Permana.

Fakta yang diberikan polisi adalah bahwa Yusi dan Yeni merupakan teman semasa sekolah dengan Permana, sebagaimana disampaikan Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Hengki.

Baca Juga: Spesifikasi Realme GT3, Hadir dengan Prosesor Snapdragon 8 Plus Gen 1, Power Adapter 240W fast charging!

Kronologinya adalah, Yusi dan Yeni berpamitan kepada suami mereka hendak mengikuti pengajian pada 26 Februari 2023, tetapi mereka berdua tak pulang-pulang.

Nyatanya, mereka berdua ditemukan sudah tewas di kontrakan Permana yang terletak di Jalan Nusantara RT 11 RW 22, Harapan Jaya, Kota Bekasi.

Penemuan dua mayat dicor ini lantaran salah satu anak korban mencoba menelusuri jejak terakhir ibunya melalui sistem GPS.

Titik terakhir menunjukkan kalau sang ibu berada di rumah kontarakan milik Permana.

Baca Juga: Soal Kepemilikan Harta Kekayaan Tak Wajar, KPK akan Periksa Kepala Bea Cukai DIY

Di sisi lain, Permana sendiri ditemukan dalam kondisi sudah bersimbah darah dengan luka sayatan di nadi pergelangan tangannya.

Dia dilaporkan sempat dibawa ke rumah sakit, tetapi dinyatakan meninggal dunia tak lama kemudian.

Polisi mengatakan kalau pelaku bekerja di toko material di sekitar rumahnya, sedangkan korban merupakan ibu rumah tangga.

Hengki menambahkan bahwa polisi saat ini masih memeriksa saksi-saksi agar dapat mendalami kasus, "Saksi sampai sekarang kemarin kan lima (orang), hari ini masih berkembang lagi," ujarnya menjelaskan.

Editor: M Hafni Ali

Sumber: PMJ News


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah