Tragedi Pembunuhan Umat kristiani di Sulteng Disoroti Media Asing, ICC Minta Pemerintah Tegas

28 November 2020, 21:54 WIB
Ilustrasi seruan untuk menghentikan aksi teror dan paham radikal terorisme. /MIH83/PIXABAY

PR BEKASI – Tragedi pembunuhan dan pembakaran rumah umat kristiani jadi sorotan media asing, aksi pembunuhan dan pembakaran enam rumah anggota gereja terjadi di Sulawesi Tengah.

Terkait hal itu, Internasional Christian Concern (ICC) telah mengetahui bahwa pada 27 November, seorang tersangka teroris menyerang pos pelayanan Bala Keselamatan di Sulawesi Tengah, sebelum membakar enam rumah anggota gereja, empat orang Kristen dibunuh, dengan tiga dibantai.

Sekitar pukul 8 pagi, Pos Pelayanan Lewonu Lembantongoa yang terletak di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, yang didirikan sebagai upaya penjangkauan oleh Bala Keselamatan di Indonesia, diserang oleh terduga teroris.

Baca Juga: GP Ansor Kutuk Keras Pembunuhan yang Diduga Didalangi Kelompok Teroris MIT Pimpinan Ali Kalora

Dia membakar gereja, sebelum menyerang Kapten Arnianto, Ny. Mpapa, Letnan Abram Kako dan istrinya serta membakar enam rumah anggota gereja. Dari empat korban tersebut, tiga orang dibacok hingga tewas, sedangkan seorang lainnya dibakar.

Kapten Arnianto, Ny. Mpapa, Letnan Abram Kako dan istrinya diserang, penyerangan tersebut diduga oleh sekelompok teroris.

Dikutip Pikiranrakyat-Bekasi.com dari situs persecution.org, dalam video yang dilihat oleh ICC, korban yang hangus ditarik dari tumpukan reruntuhan, dengan asap masih mengepul di latar belakang. Posisi tubuh yang lebih rendah menunjukkan penderitaan dan rasa sakit yang dialami oleh korban sebelum meninggal.

Baca Juga: Tak Masuk Dalam Struktur MUI, Din Syamsudin Sebut Dirinya Memang Tidak Bersedia, Bukan Didepak

Lemban Tongoa terletak di dalam hutan dimana akses informasi dan transportasi terbatas. ICC akan terus menindaklanjuti untuk mempelajari lebih lanjut detail penyerangan tersebut. Bala Keselamatan meminta doa untuk keluarga para korban, untuk gereja, dan untuk perdamaian wilayah.

Terkait hal itu, ICC mendesak pemerintah Indonesia untuk mengambil tindakan yang tegas. Gina Goh menegaskan, tindakan tidak masuk akal seperti itu tidak dapat ditoleransi di negara yang membanggakan ideologi Pancasila.

“ICC berduka atas kematian saudara-saudari Indonesia yang dibunuh secara brutal oleh tersangka teroris. Kami mendesak pemerintah Indonesia untuk mengambil tindakan yang diperlukan untuk meminta pertanggung jawabannya dan mengadili dia. Tindakan tidak masuk akal seperti itu tidak dapat ditoleransi di negara yang membanggakan 'Pancasila,' ideologi negara yang mempromosikan kerukunan dan toleransi beragama,” ucap Gina Goh, Manajer Regional ICC untuk Asia Tenggara.***

Editor: Puji Fauziah

Tags

Terkini

Terpopuler