Beberkan Alasan Mensos Juliari Garong Dana Bansos, Fadli Zon: Ini Kesempurnaan Karut-marut Covid-19

- 9 Desember 2020, 10:14 WIB
Fadli Zon (kanan) yang mengungkapan alasan Mensos Juliari (kiri) nekat korupsi dana sembako bansos untuk masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19.
Fadli Zon (kanan) yang mengungkapan alasan Mensos Juliari (kiri) nekat korupsi dana sembako bansos untuk masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19. /Kolase foto dari ANTARA/Wahyu Putro dan YouTube ILC

PR BEKASI - Politikus Gerindra Fadli Zon membeberkan alasan mengapa Menteri Sosial (Mensos) Juliari Peter Batubara bisa melakukan tindak pidana korupsi terhadap dana bantuan sosial (bansos) atau sembako di tengah pandemi Covid-19.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan Mensos Juliari sebagai tersangka kasus dugaan suap bantuan untuk masyarakat terdampak Covid-19.

KPK menjelaskan bahwa dalam transaksi haram ini, telah disepakati fee (biaya) sebesar Rp10 ribu per paket sembako dari nilai Rp300 ribu per paket.

Baca Juga: Hasil Liga Champions Grup H: Kembali Telan Kekalahan, RB Leipzig Depak MU ke Liga Eropa

Fadli Zon menjelaskan bahwa pada saat itu mungkin Juliari melihat ada kesempatan yang besar untuk mengambil sedikit bagian dari uang yang digelontorkan untuk sembako kepada masyarakat.

"Jadi ini mungkin satu titik terangnya, karena memang sejak awal sudah ada kesempatan, kan ada pepatah mengatakan, opportunity makes a thief, kesempatan bisa membuat orang menjadi maling," tuturnya.

Apalagi, menurutnya Mensos Juliari tidak hanya memiliki kesempatan, tapi memiliki posisi dan kapabilitas yang memungkinkan dia untuk merampok uang masyarakat tersebut.

Baca Juga: BST Bulan Desember Cair, Cek Segera Data Penerima Lewat Situs DTKS

"Bukan hanya opportunity ini ada monopoli, rasionalisasi, dan kapabilitas itulah yang memunculkan orang semacam Juliari melakukan tindak korupsi," ucapnya, seperti dikutip Pikiranrakyat-Bekasi.com dari kanal YouTube ILC, Rabu, 9 Desember 2020.

Halaman:

Editor: Ikbal Tawakal

Sumber: ILC


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah