Tambahan 1,8 Juta Vaksin Covid-19 Sinovac Tiba di Bandung, Retno Marsudi Ungkap Rencana Besar Lain

- 1 Januari 2021, 07:56 WIB
Ilustrasi vaksin Sinovac tahap kedua tiba di Indonesia Kamis, 31 Desember 2020.
Ilustrasi vaksin Sinovac tahap kedua tiba di Indonesia Kamis, 31 Desember 2020. /PMJ News

"Kemarin Indonesia sudah tanda tangan komitmen suplai dari Novavax yang menggunakan 'platform' protein sub rekombinan yang berasal dari Amerika Serikat sebesar 50 juta dosis kemudian dengan AstraZenica yang menggunakan 'platform' viral factor yang berasal dari Inggris juga sebesar 50 juta," ungkap Retno.

Secara pararel pembicaraan berkesinambungan juga terus dilakukan dengan perusahaan vaksin Pfizer yang berasal dari Ameriksa Serikat dan Jerman.

Retno Marsudi juga mengatakan bahwa vaksin buatan perusahaan Inggris AstraZeneca telah mendapat emergency use authorization atau EUA dari Medicines and Healthcare Product Regulatory Agency atau MHRA Inggris.

Menurutnya, ini menjadi kabar baik untuk semuanya karena MHRA adalah salah satu regulator yang memiliki mekanisme reliance dengan BPOM.

Baca Juga: Terbaring di RS karena Covid-19, Warganet Doakan Kesembuhan Syekh Ali Jaber

Ia menambahkan bahwa reliance penerbitan EUA ini untuk AstraZeneca lebih mudah dan bisa menjadi basis dan review untuk mengeluarkan EUA di Indonesia.

Kemudian, Retno Marsudi merinci sejumlah pengadaan vaksin Covid-19 di Indonesia itu berasal dari mana saja.

Pertama, pengadaan vaksin COVID-19 di Indonesia berasal dari perusahaan China Sinovac sebanyak 125 juta vaksin.

Kedua, perusahaan Amerika Serikat dan Kanada Novavax sebanyak 100 juta dosis.

Ketiga, perusahaan Inggris AstraZeneca sebanyak 100 juta dosis.

Halaman:

Editor: M Bayu Pratama

Sumber: ANTARA


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah