Rujukan Khutbah Jumat di Minggu Pertama Ramadhan, Merugilah Mereka yang Tidak Bertaubat

- 13 Maret 2024, 14:49 WIB
Ilustrasi khutbah Jumat Ramadhan.
Ilustrasi khutbah Jumat Ramadhan. /Pexels/David McEachan

PATRIOT BEKASI - Jumatan pertama di bulan Ramadhan akan segera dilaksanakan oleh umat Islam. Biasanya, dalam khutbah Jumat ini akan membahas apa saja manfaat dan keberkahan yang ada pada bulan suci ini.

Namun, ada juga beberapa yang masih bingung untuk membahas apa di khutbah Jumat pertama bulan Ramadhan ini.

Karena itu, dalam artikel ini akan diulas khutbah Jumat yang dapat dijadikan sebagai rujukan untuk disampaikan ke umat muslim sekalian pada minggu pertama Ramadhan.

Baca Juga: Mudik Gratis Bersama Dishub Kota Bekasi, Ini Syarat dan Waktunya

Isi khutbah Jumat:

Salah satu nikmat terbesar Allah SWT atas hamba-hamba-Nya adalah Dia membukakan bagi mereka pintu taubat, memerintahkan mereka untuk bertaubat, mendorong mereka untuk bertaubat, dan berjanji kepada mereka untuk menerima dan mengampuni atas dosa-dosa setiap hamba-Nya, berapa pun banyak atau besarnya dosa mereka karena rahmat dan kebaikan yang telah dilakukan.

Sebagaimana dalam surat Az-Zumar ayat 53 berikut ini:

قُلْ يَٰعِبَادِىَ ٱلَّذِينَ أَسْرَفُوا۟ عَلَىٰٓ أَنفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا۟ مِن رَّحْمَةِ ٱللَّهِ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ يَغْفِرُ ٱلذُّنُوبَ جَمِيعًا ۚ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلْغَفُورُ ٱلرَّحِيمُ

"Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Selain itu, Ibnu Katsir berkata: “Ayat yang mulia ini merupakan seruan kepada semua orang yang durhaka, mulai dari orang-orang kafir dan lainnya, untuk bertaubat dan bertaubat, serta pesan bahwa Allah mengampuni segala dosa bagi orang-orang yang bertaubat dan berpaling darinya, betapapun banyaknya, dan bagaikan buih di lautan, tidaklah benar menafsirkan ayat ini tanpa taubat,"

Allah Yang Maha Esa telah memberikan hamba-hamba-Nya perlindungan yang aman dalam bertaubat dan berpaling kepada-Nya, di mana orang yang bersalah masih diberi kesempatan bertaubat, mengakui dosa, menyesali perbuatannya, untuk menemukan di dalamnya apa yang mengubah hidupnya dari kesengsaraan dan kegelapan kemaksiatan, menjadi cahaya dan kebahagiaan dari taubat dan ketaatan, dan oleh karena itu Allah SWT memerintahkan orang-orang yang beriman untuk melakukannya.

Sementara itu Al-Saadi dalam tafsirnya pun berkata: "Tidak ada jalan menuju sukses kecuali melalui taubat, yaitu kembalinya apa yang dibenci Allah, lahiriah dan batiniah, kepada apa yang disukai-Nya, lahiriah dan batiniah. Hal ini menandakan bahwa setiap mukmin perlu melakukan pertobatan, karena Allah telah menyapa semua orang yang beriman.”

Diketahui bahwa salah satu nikmat Allah SWT yang terbesar dan terhebat atas hamba-hamba-Nya yang beriman adalah Dia memampukan mereka mencapai bulan Ramadhan.

Allah melebihkan bulan yang penuh berkah ini dibandingkan bulan-bulan dan hari-hari lainnya. Dengan dosa dan keburukan diampuni, pahala dan amal shaleh dilipatgandakan, dan pintu-pintu surga dibuka dan ditutup, pintu-pintu neraka, dan Allah akan melepaskan hamba-hamba-Nya dari api yang ada di dalamnya.

Nabi Muhammad SAW biasa menyampaikan kabar gembira kepada para sahabat radhiyallahu 'anhu atas kedatangan Ramadhan, karena di dalamnya terdapat banyak kebaikan, keutamaan, dan keberkahan yang besar.

Diriwayatkan oleh Abu Hurairah bahwa Rasulullah bersabda, "Telah datang kepadamu bulan Ramadhan, bulan yang penuh berkah. Allah telah mewajibkan kepadamu puasa, yang di dalamnya akan dibukakan pintu-pintu surga dan ditutupnya pintu-pintu neraka. Dan di dalamnya ada malam yang penuh berkah, lebih baik dari seribu bulan. Barangsiapa yang dihalangi kebaikannya, maka dia sungguh terhalangi".

Banyak hadits shahih yang diriwayatkan yang menjelaskan keutamaan bulan Ramadhan beserta kebaikan, rahmat, keutamaan dan keberkahan yang dikandungnya. Oleh karena itu, umat Islam menantikannya dengan penuh kerinduan, bergembira karenanya, serta menerimanya dengan baik, mempersiapkannya dengan taubat yang ikhlas dan tekad untuk berikhtiar dan beribadah selama Ramadhan, agar kebaikan dan karunianya dilimpahkan kepadanya. Dan di antara orang-orang yang diterima itulah orang-orang yang beruntung.

Karena keagungan bulan Ramadhan dan kebaikan, keberkahan, dan terbebasnya dari neraka yang dikandungnya, maka Nabi Muhammad SAW mengimani do’a Jibril ketika beliau shalat terhadap orang-orang yang mencapai bulan Ramadhan dan bersikeras untuk mendurhakai Allah dan tidak bertaubat kepada-Nya, serta tidak memanfaatkan waktu dan hari mereka dalam menaati dan beribadah kepada-Nya.

Seperti dalam hadits Jabir bin Samurah radhiyallahu 'anhu, bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda: (Jibril datang kepadaku dan berkata: Wahai Muhammad! Barangsiapa yang mencapai salah satu orang tuanya lalu mati dan masuk Neraka, lalu Allah menjauhkannya, katakanlah: Amin. Maka aku berkata: Amin. Dia berkata: Wahai Muhammad, siapakah yang masuk bulan Ramadhan, lalu dia meninggal, dan dia tidak diampuni, maka dia dimasukkan ke dalam Neraka, katakanlah: Amin, dan aku berkata: Amin. Dia berkata: Dan siapa pun yang di hadapannya disebutkan namamu (tidak bersalawat), tidak mendoakanmu, lalu dia mati, dan dia masuk neraka, katakanlah: Amin, dan aku berkata: Amin.) Diriwayatkan oleh Al-Tabarani.

Hadits Nabi ini berisi tentang doa kehilangan bagi orang-orang yang orang tuanya telah mencapai usia lanjut dan tidak berusaha untuk menghormatinya, dan setiap orang yang mencapai bulan Ramadhan dan tidak bertaubat kepada Allah, serta tidak memelihara dan berusaha untuk menaati dan beribadah kepada-Nya sampai bulan itu berakhir dan dia tidak diampuni, demikian pula bagi orang-orang yang tidak melantunkan salawat kepadanya Nabi Muhammad SAW.

Al-Tibi berkata dalam “Al- Kashef 'Haqi'at al-Sunan”: “Demikian pula bulan Ramadhan adalah bulan Allah Yang Maha Mulia. Dalam Al Baqarah ayat 185 Allah berfirman, "Bulan Ramadhan yang di dalamnya diturunkan Alquran, sebagai petunjuk bagi manusia dan bukti-bukti atau penjelasan-penjelasan atas petunjuk yang haq dan bathil. Maka barangsiapa mendapat kesempatan untuk mengagungkan-Nya dengan berdiri kepada-Nya dengan keimanan dan mencari pahala-Nya, maka Allah akan mengagungkannya, dan siapa yang tidak memuliakan, maka Allah SWT akan meremehkannya. Dan betapa besar kerugian dan kekurangannya dibandingkan seseorang termasuk orang-orang yang dimaksud oleh Rasulullah SAW ketika beliau bersabda: (Dan di depan hidung seorang laki-laki, Ramadhan masuk ke atasnya, kemudian ia pergi, sebelum dia diampuni.) Diriwayatkan oleh Al-Tirmidzi Maka barangsiapa yang terus-menerus berbuat dosa kepada Tuhan Yang Maha Esa di bulan Ramadhan, dan tidak bertaubat dan kembali kepada-Nya, Maha Suci Dia, layak menerima do'a Jibril kepada-Nya.

Hal ini hanya untuk memperbanyak amal kebaikan di bulan yang penuh berkah, dan untuk melemahkan penyebab keburukan, dan karena karunia dan kebaikan yang dikumpulkan di bulan yang penuh berkah ini, yang belum dikumpulkan di bulan dan hari lainnya, itulah musim pengampunan dosa dan penghapusan keburukan, bulan yang dibuka dan ditutupnya pintu-pintu surga dan pintu-pintu api neraka.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda: “Ketika malam pertama Ramadhan, setan dan jin pemberontak akan dirantai, dan pintu-pintu neraka akan ditutup, dan pintu-pintunya tidak akan dibuka, dan pintu-pintu surga akan dibuka, dan pintu-pintunya tidak akan ditutup, dan seorang yang berseru akan berseru: Wahai pencari kebaikan, Hai orang yang mencari keburukan, berhentilah, niscaya Allah akan membebaskanmu dari api neraka, dan itu terjadi setiap malam.” 

Orang-orang yang memasuki bulan Ramadhan dengan bersikukuh berbuat dosa, bagi mereka bulan yang penuh berkah ini tidak mendatangkan taubat yang ikhlas kepada Allah, tidak pula pantang melakukan dosa dan keburukan, dan tidak pula semangat untuk menunaikan ketaatan dan ibadah.

Maka mereka termasuk orang-orang yang merugi karena tidak mendapat manfaat dari Ramadhan dan jika Allah SWT telah menyeru hamba-Nya untuk bertaubat dengan ikhlas dan ikhlas di setiap waktu dan tempat. Pasti, karena di bulan itu ada curahan hikmah, ditegaskan kesalahannya, dan terbebasnya leher dari api neraka.

Setiap malamnya diberikan kesempatan untuk terbebas dari api neraka, dan barang siapa yang tidak bertaubat di bulan Ramadhan, kapankah dia akan bertaubat? Merekalah yang benar-benar merugi, yaitu orang yang mencapai bulan Ramadhan dan tidak bertaubat kepada Yang Maha Pemurah meski satu bulan diberi waktu bertaubat, serta tidak menaatinya dan terburu-buru dalam menjalankan ibadah dan amal shaleh selama Ramadhan..

Allah menjadikan bulan Ramadhan sebagai lintasan (perlombaan) bagi ciptaan-Nya, yang didalamnya mereka berlomba dalam ketaatan kepada-Nya untuk ridha-Nya, sehingga ada yang mendahului dan menang, ada pula yang tertinggal.

Nah itu tadi sedikit rujukan yang dapat dijadikan sebagai khutbah Jumat untuk Jumat pertama bulan Ramadhan.***

 

Editor: M Hafni Ali


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah