Joe Biden dan Xi Jinping Sepakat Patuhi Perjanjian Taiwan, Sudahi Ketegangan antara Taipei dan Beijing

- 7 Oktober 2021, 10:26 WIB
Joe Biden dan Xi Jinping sepakat untuk patuhu perjanjian Taiwan, sudahi keteganggan antara Taipe dan Beijing.
Joe Biden dan Xi Jinping sepakat untuk patuhu perjanjian Taiwan, sudahi keteganggan antara Taipe dan Beijing. /REUTERS/Lintao Zhang/Pool

 

PR BEKASI - Presiden Amerika Serikat Joe Biden dan Presiden China Xi Jinping setuju untuk memenuhi perjanjian Taiwan, karena adanya ketegangan meningkat antara Taipei dan Beijing.

Di mana Joe Biden merujuk pada kebijakan satu-China lama Washington, yang secara resmi mengakui Beijing daripada Taipei.

Dan Undang-Undang Hubungan Taiwan, yang memperjelas bahwa keputusan Amerika Serikat untuk membangun hubungan diplomatik dengan Beijing.

"Saya sudah berbicara dengan Xi tentang Taiwan. Kami setuju, dan kami akan mematuhi perjanjian Taiwan," kata Joe Biden, dikutip Pikiranrakyat-Bekasi.com dari Reuters pada Kamis, 7 Oktober 2021.

Baca Juga: Terkuak Bukti Nyata Joe Biden Dukung Senat Demokrat untuk Menaikan Plafon Utang

"Kami menjelaskan bahwa saya tidak berpikir dia harus melakukan apa pun selain mematuhi perjanjian," katanya.

Komentar di Gedung Putih dibuat setelah kembalinya Joe Biden dari perjalanannya ke Michigan.

Dengan menggembar-gemborkan paket pengeluaran yang datang di tengah eskalasi hubungan Taiwan-China.

Sebelumnya China mengklaim Taiwan sebagai wilayahnya sendiri, yang harus diambil secara paksa.

Baca Juga: AS Terancam Tak Bisa Bayar Utang, Putri Joe Biden Malah Foya-foya Belanja Barang Mewah

Namun, Taiwan mengatakan bahwa itu adalah negara merdeka dan akan mempertahankan kebebasan dan demokrasinya, serta menyalahkan China atas ketegangan tersebut.

Taiwan telah melaporkan 148 pesawat angkatan udara China di bagian selatan dan barat daya zona pertahanan udaranya selama periode empat hari yang dimulai pada Jumat.

Sementara Amerika Serikat mendesak China untuk menghentikan kegiatan militernya di dekat Taiwan.

"Amerika Serikat sangat prihatin dengan aktivitas militer provokatif Republik Rakyat China di dekat Taiwan," kata Ned Price selaku juru bicara Departemen Luar Negeri.

Baca Juga: AS Terancam Gagal Bayar Utang yang Picu Krisis Keuangan, Joe Biden Salahkan Partai Republik

"Yang mengganggu stabilitas, berisiko salah perhitungan, dan merusak perdamaian dan stabilitas regional," katanya.

Joe Biden juga tampaknya merujuk pada panggilan yang dia lakukan dengan Xi Jinping pada 9 September lalu.

Di mana mereka membahas perlunya memastikan bahwa persaingan antara dua ekonomi terbesar dunia tidak mengarah ke konflik.***

Editor: Rinrin Rindawati

Sumber: Reuters


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah

x