Banyak TKI Jadi Korban Perbudakan Modern di Malaysia, Dubes Indonesia: Di Negara Lain Tidak Seperti Ini

- 23 Februari 2022, 14:40 WIB
Dubes Indonesia untuk Malaysia mengatakan banyak majikan Malaysia yang melakukan perbudakan modern pada para TKI.
Dubes Indonesia untuk Malaysia mengatakan banyak majikan Malaysia yang melakukan perbudakan modern pada para TKI. /REUTERS/Lim Huey Teng /

PR BEKASI – Duta Besar (Dubes) Indonesia untuk Malaysia, Hermono mengeluarkan pernyataan kontroversial terkait para Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di negeri jiran. 

Pasalnya, dia mengatakan bahwa banyak majikan Malaysia yang melakukan perbudakan modern terhadap para TKI. 

Hal tersebut dikatakan oleh Dubes Indonesia saat diwawancarai oleh media Malaysia, Free Malaysia Today. 

Dalam wawancara tersebut, Hermono mengatakan banyak TKI di Malaysia, khususnya yang bekerja sebagai asisten rumah tangga (ART), menjadi korban penyiksaan dan penganiayaan oleh majikan mereka. 

Baca Juga: Biodata dan Fakta Mawar AFI, Diduga Cerai Dengan Suami karena Orang Ketiga

Dia kemudian mengatakan bahwa para majikan TKI tersebut telah melakukan perbudakan modern seperti dipaksa bekerja selama bertahun-tahun tanpa mendapatkan upah serta menahan kartu identitas mereka agar tidak dapat pulang ke Indonesia. 

Duta Besar Indonesia kemudian mengambil contoh kasus terbaru di mana seorang ART Indonesia telah bekerja tanpa upah selama kurang lebih sepuluh tahun lamanya oleh majikan berkewarganegaraan Malaysia yang juga tidak mengizinkannya pulang.  

“Baru-baru ini seorang majikan Malaysia mengakui bahwa dia tidak memberikan upah terhadap TKI yang bekerja padanya selama sepuluh tahun. Itu adalah contoh perbudakan modern dan kerja paska,” kata Hermono. 

Dia kemudian membandingkan nasib TKI di Malaysia dengan di negara lainnya seperti Singapura, Taiwan, dan Hong Kong yang jarang terdengar menjadi korban penyiksaan dan penganiayaan. 

Halaman:

Editor: Gita Pratiwi

Sumber: Malay Mail


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah