Wabah Omicron Baru Menyerang Australia, Sejumlah Rumah Sakit Sampai Kewalahan Menampung Pasien

- 21 Juli 2022, 16:48 WIB
Ilustrasi kasus Covid-19 di Australia melonjak.
Ilustrasi kasus Covid-19 di Australia melonjak. /Pexels/Edward Jenner

PR BEKASI – Wabah Covid-19 jenis Omicron baru varian BA4 dan BA5 kini sudah menyerang Australia.

Sejak pandemi Covid-19 mulai melanda, Australia telah melaporkan 9 juta kasus. Dari laporan kasus Covid-19, kematian akibat pandemi tersebut berkisar 10.968 kematian.

Saat ini kasus varian Omicron baru BA4 dan BA5 di Australia meningkat pesat. Pemerintah menginstruksikan kepada para pengusaha untuk mempekerjakan karyawannya di rumah.

Selain itu, pemerintah Australia mengingatkan kepada warganya untuk segera melakukan vaksinasi booster.

Baca Juga: Jelang One Piece 1054: Bajak Laut Topi Jerami Akan Bertambah Pasukan, 7 Karakter Ini Berpotensi Bergabung

Dari data yang dikutip dari Reuters, warga yang sudah mendapatkan vaksin booster baru 71 persen dari total populasi warga Australia.

Sementara warga Australia penerima vaksin dosis kedua di atas umur 16 tahun sudah berada di kisaran 95 persen.

Dilansir dari Reuters oleh PikiranRakyat-Bekasi.com, pada Kamis 21 Juli 2022 waktu setempat, Australia melaporkan 55.600 kasus varian baru Omicron.

Jumlah kematian per Kamis sejumlah 89 jiwa terjadi akibat varian baru. Sedangkan, pada Rabu kemarin, kematian akibat Omicron berjumlah 90 jiwa

Baca Juga: Kapolri Nonaktifkan Kapolres Jaksel dan Karo Paminal, Bukti Tindakan Tegas

Akhir-akhir ini, Australia terus mengalami peningkatan kasus baru Omicron. Pada Kamis dan Rabu kemarin, kasus baru harian tersebut jadi tertinggi sejak 18 mei.

Akibat dari tingginya kasus harian Covid-19, dan banyaknya warga Australia yang terpapar Omicron, sejumlah rawat inap di rumah sakit hampir mencapai batas.

Meningkatnya kasus Omicron di Australia masih belum diketahui. Namun, lonjakan terjadi terkait kebijakan masker boleh dilepas jika di dalam ruangan.

Hal itu juga disampaikan Perdana Menteri (PM) Australia, Anthony Albanese. Ia menyampaikan para pemimpin negara bagian dan pejabat kesehatan federal tidak mewajibkan masker dalam ruangan.

Baca Juga: Jadi 'Kunci' Kasus Penembakan Brigadir J, Rekaman CCTV di Rumah Kadiv Propam Diamankan

Meski begitu, para dokter di Australia tetap merekomendasikan untuk menggunakan masker di dalam ruangan.

Dari rekomendasi para dokter, Anthony tidak bisa langsung membuat kembali pembatasan sosial.

Anthony mengungkapkan pembatasan sosial ketat bisa saja mengakibatkan warga Australia terganggu dalam kesehatan mental.

“Tidak ada gunanya memiliki mandat kecuali jika dipaksakan,” katanya.

Kasus varian baru Omicron yang terjadi di Australia saat ini membuat sejumlah rumah sakit mendekati batasnya seperti di bulan Januari.

Sekitar 5.350 pasien sedang dirawat di rumah sakit, beberapa negara bagian sedang berupaya untuk mengurangi kasus paparan Omicron varian baru.***

Editor: Nopsi Marga

Sumber: Reuters


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah

x