Diduga jadi Korban Perundungan, Pelajar SD di Tasikmalaya Meninggal Dunia Usai Dipaksa Setubuhi Kucing

- 21 Juli 2022, 09:54 WIB
Ilustrasi perundungan. Pelajar Sekolah Dasar (SD) di Tasikmalaya diduga jadi korban perundungan dan dipaksa setubuhi kucing dan direkam hingga meninggal.
Ilustrasi perundungan. Pelajar Sekolah Dasar (SD) di Tasikmalaya diduga jadi korban perundungan dan dipaksa setubuhi kucing dan direkam hingga meninggal. /PIXABAY/Tumisu/

PR BEKASI - Baru-baru ini jagat raya dihebohkan dengan bocah Sekolah Dasar (SD) yang meninggal dunia karena mendapatkan perudungan dari teman-temannya.

Diketahui, bocah SD yang berinisial FH berusia 11 tahun diduga korban depresi akibat perundungan dari teman- temannya yang memaksa untuk menyetubuhi seekor kucing sembari direkam.

Korban FH yang merupakan warga Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat meninggal dunia pada Minggu, 18 Juli 2022 di rumah sakit.

Baca Juga: Spoiler Lengkap One Piece 1054, Terungkap Ciri-ciri Penculik Vivi dan Janji Akainu untuk Habisi Kaum Revolusi

Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kabupaten Tasikmalaya, Ato Rinanto juga membenarkan bahwa kejadian yang dialami oleh korban FH ini diakibatkan karena dugaan perundungan.

"Jadi ananda ini (FH) usianya 11 tahun kelas enam SD. Dia mengalami dugaan perundungan, sampai murung, depresi akhirnya meninggal dunia", kata Ato Rinanto yang dikutip oleh PikiranRakyat-Bekasi.com dari Deskjabar.

Baca Juga: BPOM Minta Produk Es Krim Haagen-Dazs Ditarik dari Pasar Indonesia, Ini Alasannya

"Bentuk perundungannya adegan tak senonoh. Korban dipaksa dan diancam teman sepermainannya," katanya lagi.

Ato Rinanto mengatakan bahwa pihaknya bersama pihak kepolisian Polsek Singaparna telah berkunjung ke rumah korban FH.

Mereka juga memberikan pendampingan terapi psikis bagi keluarga korban.

Baca Juga: Putuskan Pensiun Sebagai Atlet Skating, Yuzuru Hanyu Banjir Pujian Netizen

"Betul, sesuai keterangan keluarga korban, anak 11 tahun ini dibully sampai depresi kemudian meninggal," katanya.

Terkait kasus ini, Ato Rinanto menjelaskan bahwa KPAID berencana akan memproses secara hukum agar kejadian yang sama tak terulang kembali ke anak-anak lainnya.

Sementara itu, ibu kandung FH, T yang berusia 39 tahun menjelaskan akibat tersebarnya video perundungan tersebut.

Baca Juga: NU dan Muhammadiyah Akan Jadi Kandidat Peraih Nobel Perdamaian, Presiden Timor Leste: Sangat Layak

"Sepekan sebelum meninggal dunia, rekaman itu menyebar dan (dia) di-bully teman-temannya semakin menjadi-jadi. Anak saya jadi malu, tak mau makan minum, melamun terus sampai dibawa ke rumah sakit dan meninggal saat perawatan," katanya.

Seperti dikutip PikiranRakyat-Bekasi.com dari Pemalang Pikiran Rakyat, ibu korban juga mengatakan bahwa anaknya sempat curhat bahwasanya ia dipaksa menyetubuhi kucing oleh teman-temannya dan kemudian di rekam.

Karena kejadian tersebut, FH pun depresi dan tidak mau makan dan minum.

Baca Juga: Jadwal Tayang Film Ghost Writer 2 di Bioskop Jakarta Hari Ini, Kamis 21 Juli 2022

Korban FH juga sempat mengeluh merasakan kesakitan di tenggorokannya hingga dikabarkan meninggal dunia.

Pihak keluarga para pelaku juga dikabarkan datang ke rumah korban untuk meminta maaf.

Keluarga korban FH pun juga mengungkapkan sudah menerima dengan ikhlas kepergian anaknya dan berharap tidak ada kejadian yang serupa terulang lagi.

"Saya minta jangan lagi ke anak lainnya," katanya.***

Editor: Thytha Surya Swastika

Sumber: Desk Jabar Pemalang.pikiran-rakyat.com


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah