Sejumlah Wilayah di Kota Bekasi Alami Pemadaman Listrik, PLN Ungkap Penyebabnya

27 November 2020, 11:23 WIB
Petugas PLN Bekasi melakukan pengecekkan terhadap jalur transmisi listrik yang terganggu akibat pembangunan sejumlah proyek infrastruktur yang menyebabkan pemadaman listrik. /ANTARA

PR BEKASI - Sejumlah wilayah pagi ini, Jumat 27 November 2020 mengalami pemadaman listrik. Beberapa warganet mencurahkan isi hatinya terkait pemadaman listrik di Bekasi pagi ini.

Menanggapi kabar tersebut, Perusahaan Listrik Negara (Persero) wilayah Bekasi menyatakan pemadaman listrik di Kota Bekasi di luar jam yang ditentukan sepanjang November tahun ini, akibat adanya sejumlah kegiatan pembangunan yang tengah dilakukan di wilayah tersebut.

"Kejadian padamnya listrik akibat material, ada beberapa juga yang disebabkan karena kegiatan pekerjaan pembangunan khususnya perbaikan jalan di seputaran Kota Bekasi," kata Manager Bagian Jaringan PLN UP3 Bekasi Deni Cardiana yang dikutip dari Antara oleh Pikiranrakyat-Bekasi.com.

Baca Juga: Keutamaan Berjalan Kaki Dibanding Gunakan Kendaraan Saat Menuju Masjid untuk Salat Jumat

Deni menyebut kejadian listrik padam hari ini, salah satunya disebabkan pekerjaan perbaikan jalan di depan Mal BTC, Jalan Joyo Martono, Bekasi Timur, Kota Bekasi.

"Aset kita terkena kegiatan becko sehingga menyebabkan gangguan," ungkapnya.

Kejadian serupa di wilayah Mustikajaya dan Bekasi Utara beberapa waktu lalu yang juga diakibatkan perbaikan jalan dibarengi dengan proyek galian milik pemerintah daerah yang mengenai aset milik PLN sehingga menyebabkan listrik padam.

Pihaknya meminta pemerintah daerah, dalam hal ini Pemkot Bekasi, untuk berkoordinasi saat melaksanakan kegiatan proyek infrastruktur guna meminimalisasi gangguan kelistrikan yang berdampak pada masyarakat luas.

Baca Juga: Tinjau Langsung Kualitas Infrastruktur di Bekasi, Bupati Eka Supria Atmaja Sidak ke Tambun Selatan

Menurut dia, Pemerintah Kota Bekasi sejatinya sudah membuka komunikasi hanya saja untuk proyek-proyek dengan skala besar namun tidak dengan kegiatan perbaikan jalan ataupun proyek skala kecil lainnya.

"Seandainya ada koordinasi mungkin kami bisa mengawal sehingga kejadian yang merusak aset PLN bisa kita cegah lebih awal," katanya.

Deni mencatat sepanjang November 2020 telah terjadi 18 kali trip feeder. 13 kasus di antaranya dampak dari terganggunya aset PLN akibat pembangunan atau galian infrastruktur jalan skala kecil.

“Jadi masyarakat tahunya itu kalau listrik padam ya karena PLN. Padahal ada gangguan aset kita," katanya.

Baca Juga: Dikenal Sebagai ‘Musuh’, Tiba-tiba Ferdinand Hutahaean Doakan Kesembuhan Habib Rizieq

Pihaknya mengaku memiliki protokol dalam menjalani aktivitas kelistrikan. Standar pelayanan saat terjadi padam listrik sejatinya maksimal hanya tiga jam. Setelah itu, masyarakat atau pelanggan dapat kembali merasakan kebutuhan listriknya.

"Jadi ada pola yang sudah baku di PLN, pada saat trip kita sudah melakukan kegiatan investigasi secara protap yang sudah tersusun, jadi upayakan tiga jam maksimal itu pelanggan sudah teraliri listrik kembali," ucapnya.

PLN juga mempunyai fider-fider yang ditanam di dalam tanah sehingga idealnya tingkat keandalan dan keamanannya cukup tinggi.

"Rata-rata sekitar satu meter di bawah permukaan tanah, jadi sudah cukup aman kecuali proyek-proyek tadi yang saya sebutkan. Karena hanya beberapa saja jaringan kita yang ada di udara dan itu bisa kita antisipasi sebelumnya karena jaringan udara secara visual sudah bisa mengetahui potensi potensi penyebab gangguan," kata dia.***

Editor: M Bayu Pratama

Sumber: ANTARA

Tags

Terkini

Terpopuler