Antisipasi Penularan Covid-19 pada Operasional Sektor Usaha di Tengah PPKM Darurat, Simak Rinciannya

7 Juli 2021, 14:52 WIB
Berikut adalah poin penting yang harus diperhatikan operasional sektor usaha soal antisipasi penularan Covid-19 di tengah PPKM Darurat. /


PR BEKASI - Selama berlakunya PPKM Darurat pada 3 hingga 20 Juli 2021, antisipasi penularan Covid-19 dibatasi dalam operasional sektor usaha.

Sebagaimana yang tertuang pada Surat Edaran (SE) Kadis PPKUKM No.356 Tahun 2021. Hal itu bisa dilihat dari unggahan foto yang dibagikan oleh akun Instagram @dkijakarta.

Di mana pelaku usaha, pengelola, penyelenggara atau penanggung jawab sektor Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha kecil atau Menengah (UKM) wajib melaksanakan perlindungan kesehatan masyarakat, meliputi:

- Mengedukasi dan menerapkan protokol pencegahan Covid-19.
-Membatasi interaksi fisik pada setiap aktivitas di tempat kerja atau usaha dan jumlah pengunjung.
- Memanfaatkan aplikasi JAKI atau aplikasi sejenis dalam penanggulangan Covid-19.
- Mendata pengunjung untuk kebutuhan penyelidikan epidemiologi secara berkala dan/atau apabila ditemukan kasus terkonfirmasi kasus terkonfirmasi Covid-19.

Baca Juga: Warung Disemprot Damkar saat Razia PPKM Darurat, Wali Kota Semarang Tegur Ketua Satpol PP

Berikut Pikiranrakyat-Bekasi.com merangkum untuk Anda pada Rabu, 7 Juli 2021 mengenai pembatasan kegiatan dalam operasional sektor usaha.

1. Pabrik atau Industri

- Sektor industri ekspor: 50 persen WFO.
- Sektor kritikal industri makanan, minuman, serta penunjangnya dan pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat sehari-hari: 100 persen WFO.
- Protokol pencegahan Covid-19 ssat pekerja istirahat dan keluar-masuk.
- Jam operasional sesuai siklus operasi dengan sistem shift.
- Mendata pengunjung.

2. Pasar Rakyat atau Pasar Tradisional

-Maksimal pukul 13.00 WIB, kecuali pasar induk, seperti: pasar induk kramat jati dan pasar induk beras cipinang dapat beroperasi sesuai dengan jam operasional.
- Pengunjung maksimal 50 persen dari kapasitas.
- Pasar Tanah Abang dapat beroperasi hanya penjual bahan pangan.
- Penerapan protokol kesehatan 5M (Memakai masker, Mencuci tangan, Menjaga jarak, Menjauhi kerumunan, serta Membatasi mobilisasi) lebih ketat.

Baca Juga: Disidak Anies Baswedan Gegara WFO saat PPKM Darurat, Equity Life: Kami Asuransi, Termasuk Usaha Esensial

3. Pusat Perbelanjaan/Mall

Ditutup Sementara kecuali: akses untuk restoran, supermarket, apotek, dan pasar swalayan.
- Maksimal pukul 20.00 WIB.
- Dine-in ditiadakan.
- Hanya menerima takeaway/delivery.
- Penerapan protokol kesehatan 5M (Memakai masker, Mencuci tangan, Menjaga jarak, Menjauhi kerumunan, serta Membatasi mobilisasi) lebih ketat.

4. Pergudangan

- Sektor pergudangan ekspor: 50 persen WFO.
- Sektor kritikal pergudangan makanan/ minuman serta penunjangnya dan pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat sehari-hari: 100 WFO.
- Protokol pencegahan Covid-19 saat pekerja istirahat dan keluar-masuk.
- Jam operasional sesuai siklus operasi dengan sistem shift.
- Mendata pengunjung.

5. Toko Swalayan, berjenis minimarket, supermarket, hypermarket, perkulakan, dan toko khusus (berdiri sendiri dan toko/warung kelontong)

- Maksimal pukul 20.00 WIB.
- Pengunjung maksimal 50 persen dari kapasitas.
- Penerapan protokol kesehatan 5M (Memakai masker, Mencuci tangan, Menjaga jarak, Menjauhi kerumunan, serta Membatasi mobilisasi) lebih ketat.

Baca Juga: Petugas PPKM Darurat Borong Nasi Jinggo di Gianyar, Uus: Bernurani Buat para Pedagang, Rispek Pak

6. Pedagang kaki lima/lapak jalanan di lokasi binaan dan lokasi sementara

Pertama, Lokbin dan loksem kegiatan makan/minum di tempat umum:
- Maksimal pukul 20.00 WIB.
- Kapasitas pengunjung maksimal 50 persen.
- Hanya menerima delivery/takeaway. Tidak menerima makan di tempat/dine-in.
- Penerapan protokol kesehatan 5M (Memakai masker, Mencuci tangan, Menjaga jarak, Menjauhi kerumunan, serta Membatasi mobilisasi) lebih ketat.

Kedua, Lokbin terkait pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat sehari-hari:
- Maksimal pukul 13.00 WIB.
- Kapasitas pengunjung maksimal 50 persen.
- Penerapan protokol kesehatan 5M (Memakai masker, Mencuci tangan, Menjaga jarak, Menjauhi kerumunan, serta Membatasi mobilisasi) lebih ketat.***

Editor: Rinrin Rindawati

Sumber: Instagram @dkijakarta

Tags

Terkini

Terpopuler