Amien Rais Deklarasi Partai Ummat untuk Pemilih Islam, Pengamat Politik: Jalannya Tidak Akan Mudah

1 Oktober 2020, 19:47 WIB
Pendiri Partai Amanat Nasional (PAN), Amien Rais.* /ANTARA/Reno Esnir./

PR BEKASI – Politisi senior yang juga mantan Ketua MPR, Amien Rais mengumumkan nama partai baru yang dibentuknya. Partai tersebut bernama Partai Ummat.

Pengumuman tersebut dilakukan Amien Rais melalui kanal YouTubenya, Amien Rais Official pada Kamis 1 Oktober 2020.

Partai Ummat ini digadang-gadang sebagai salah satu partai yang kental dengan nuansa Islam. Hal itu tercermin dari mukadimah yang disampaikan Amien Rais dalam videonya.

Terkait hal itu, pengamat politik Adi Prayitno menilai ini sebagai bagian dari upaya Amien Rais menggaet dukungan dari segmen Islam di Indonesia.

Baca Juga: Aktivitas Warga Jakarta Dibatasi PSBB, Korban Tewas Akibat Kecelakaan Lalu Lintas Naik 40 Persen 

“Dia ingin memposisikan diri sebagai partai yang Islamis, menyasar dari bahasa asing gitu. Jadi jelas profiling dari partainya Amien Rais adalah ingin mengaksentuasikan kepentingan dan ingin menyasar pemilih-pemilih Islam,” kata Adi dikutip Pikiranrakyat-Bekasi.com dari RRI Kamis, 1 Oktober 2020.

Kendati begitu, Adi menyebut yang menjadi tantangan Amien Rais adalah bagaimana dia bersama partai barunya mampu merebut segmen pemilih Islam, yang faktanya tersebar di berbagai partai di Indonesia.

Dalam hal ini yang di dominasi partai islam seperti PKB, PPP, PAN, dan PKS. Selain itu, partai-partai nasionalis pun menggunakan sayap politik untuk merangkul pemilih Islam.

“PDIP itu punya Baitul Muslimin, tempat berlabuhnya pemilih-pemilih dan memang wadahnya itu untuk mengakomodir kelompok-kelompok Islam,” ujarnya

Baca Juga: Bela Diri Soal Pelanggaran HAM di Papua, Mahfud MD Jawab Tuduhan Perdana Menteri Vanuatu 

Hal itu juga dilakukan partai-partai lain seperti Golkar dan Gerindra, Demokrat. Mereka punya sayap politik yang memang khusus untuk merangkul pemilih-pemilih Islam.

“Jadi segmentasi khusus untuk pemilih Islam seperti profiling-nya Partai Ummat ini sebenarnya berat. Dia hanya ingin memperebutkan satu curug pemilih yang sebetulnya cukup sempit,” tuturnya.

Ia mengatakan bahwa jalan politik Partai Ummat ke depannya takkan mudah, meskipun ada ketokohan Amien Rais di belakangnya.

Baca Juga: Cek Fakta: Keluarga yang Miliki BPJS Dikabarkan Akan Dapat BLT Sebesar Rp4 Juta per anggota 

Hal ini berpacu pada pengalaman hasil kontestasi Pemilu di 2019 lalu, sejumlah partai-partai baru yang terkesan memiliki sumber daya yang cukup bahkan dengan berbagai inovasinya ternyata tetap tak mampu melenggang ke Senayan.

“Karena berpartai itu bukan hanya jualan figur tertentu ya, bukan hanya modal ekonomi. Tapi soal kerja-kerja politik yang bisa meyakinkan rakyat apakah partai ini layak didukung atau tidak,” ucapnya.***

Editor: M Bayu Pratama

Sumber: RRI

Tags

Terkini

Terpopuler